Jungle Land, Grup Bakrie, dan Gaji Karyawan yang Belum Dibayar

Kompas.com - 28/09/2020, 15:53 WIB
Pengunjung sedang berfoto di lokasi wisata dan permainan Jungleland, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/12/2019). KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHPengunjung sedang berfoto di lokasi wisata dan permainan Jungleland, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Jungle Land tengah jadi sorotan publik. Perusahaan operator wahana rekreasi ini menunggak gaji karyawannya selama 6 bulan. Polemik Jungle Land mencuat ke permukaan setelah IG artis Nia Ramadhani diserbu para karyawan yang mengeluhkan gajinya tak kunjung dibayar.

Sebagaimana diketahui, Nia Ramadhani merupakan istri dari Anindra Ardiansyah Bakrie alias Ardi Bakrie yang tak lain merupakan penerus generasi ketiga kelompok bisnis Grup Bakrie. Anindra Bakrie juga merupakan anak dari politikus Aburizal Bakrie yang merupakan generasi kedua Grup Bakrie.

Dalam kolom komentar di IG Nia Ramadhani, para pegawai ini melontarkan keluh kesah hak gaji karyawan yang tak kunjung dibayarkan.

Dikonfirmasi Kompas.com, salah seorang karyawati yang sudah lama bekerja di Jungle Land yang enggan disebutkan namanya, membenarkan kalau perusahaan hingga saat ini belum membayarkan gajinya dan rekan-rekannya selama selama 6 bulan.

Jungle Land Adventure Theme Park merupakan taman hiburan yang dikelola oleh PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk dengan kode emiten JGLE, terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 29 Juni 2016.

Baca juga: Daftar 7 Perusahaan Grup Bakrie, Dulu Jawara, Kini Sahamnya Cuma Gocap

Mengutip laman keterbukaan informasi BEI, Senin (28/9/2020), Jungle Land atau JGLE terafiliasi dengan Grup Bakrie lewat salah satu anak perusahaan yang bergerak di bisnis properti, PT Bakrieland Development Tbk (ELYT).

Kepemilkan ELYT pada JGLE merupakan kepemilikan tak langsung, karena saham milik Grup Bakrie di JGLE menggunakan anak perusahaan milik ELYT, PT Surya Global Nusantara.

Hampir seluruh saham atau sebanyak 99,83 persen saham dari PT Surya Global dimiliki oleh ELYT. Sementara PT Surya Global sendiri mengendalikan 38,76 persen saham dari JGLE.

Pemilik saham JGLE lainnya antara lain Banque de Luxembourg sebesar 12,28 persen, Goldman Sachs sebesar 8,07 persen, dan sisanya dimiliki publik sebesar 40,88 persen.

Baca juga: Grup Bakrie di Pusaran Kasus Jiwasraya

Saham Gocap

Sebagaimana saham perusahaan-perusahaan Grup Bakrie lainnya, saham Jungle Land juga hampir tak pernah beranjak dari harga Rp 50 per lembar saham atau yang lebih dikenal dengan saham gocap, harga terendah di perdagangan BEI.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X