IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi Minus 1,5 Persen

Kompas.com - 15/10/2020, 07:28 WIB
ilustrasi peta Indonesia THINKSTOCKS/NARUEDOMilustrasi peta Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi angka proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun ini.

Sebelumnya, pada Juni lalu, IMF memperkirakan, hingga akhir tahun kinerja perekonomian Indonesia akan mengalami pertumbuhan negatif sebesar 0,3 persen.

Adapun berdasarkan data terbaru, IMF memproyeksi Indonesia akan mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi lebih dalam, yakni sebesar minus 1,5 persen.

Namun demikian, menurut IMF, kinerja perekonomian Indonesia akan membaik pada 2021. Pertumbuhan ekonomi tahun depan diperkirakan akan tumbuh di kisaran 6,1 persen.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Global Diprediksi Bisa Minus 5 Persen, Terburuk dalam 80 Tahun Terakhir

“Semua pasar negara berkembang dan kawasan ekonomi berkembang diperkirakan akan mengalami kontraksi tahun ini, termasuk negara berkembang di Asia, di mana negara-negara besar, seperti India dan Indonesia, terus berusaha mengendalikan pandemi,” ujar Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath dalam laporan World Economic Outlook: A Long and Difficult Ascent, seperti dikutip Kompas.com, Kamis (15/10/2020).

IMF juga memproyeksikan ekonomi dunia akan mengalami kontraksi 4,4 persen pada 2020, menguat jika dibandingkan dengan proyeksi pada Juni lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perbaikan kinerja tersebut didorong oleh oleh pemulihan kinerja perekonomian di Amerika Serikat dan Eropa setelah kebijakan isolasi atau lockdown dilonggarkan.

Di sisi lain, perekonomian China juga kembali tumbuh. Namun, organisasi dunia itu memangkas proyeksi pada 2021.

IMF memperkirakan pada 2021 perekonomian global akan tumbuh 5,2 persen, lebih rendah dibanding proyeksi sebelumnya yang sebesar 5,4 persen.

Baca juga: Bank Dunia Revisi Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi Minus 2 Persen, Ini Sebabnya

"Pemulihan dari bencana ini kemungkinan akan berlangsung lama, tidak merata, dan sangat tidak pasti," kata Gopinath.

Kinerja perekonomian pada negara-negara maju serta berkembang, kecuali China, tahun depan diproyeksi akan tetap berada di bawah level tahun 2019.

IMF pun memandang kinerja perekonomian dalam jangka menengah akan tetap suram.

Perekonomian diperkirakan akan tumbuh melambat di kisaran 3,5 persen pada tahun 2022 hingga 2025. Hal itu lantaran perekonomian sebagian besar negara diprediksi akan berada di level yang lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertamina Targetkan Blok Rokan Bisa Produksi 180.000 Barel per Hari di 2022

Pertamina Targetkan Blok Rokan Bisa Produksi 180.000 Barel per Hari di 2022

Whats New
Generasi Milenial Makin Tertarik Investasi Saham dan Reksa Dana

Generasi Milenial Makin Tertarik Investasi Saham dan Reksa Dana

Earn Smart
Ini Daftar Tiket Pesawat yang Didiskon Hingga 80 Persen di GATF 2021

Ini Daftar Tiket Pesawat yang Didiskon Hingga 80 Persen di GATF 2021

Whats New
Cara Isi Saldo ShopeePay Lewat DANA, Alfamart, dan Indomaret

Cara Isi Saldo ShopeePay Lewat DANA, Alfamart, dan Indomaret

Spend Smart
PPKM Level 3 Serentak Batal, Okupansi Hotel Diprediksi Meningkat

PPKM Level 3 Serentak Batal, Okupansi Hotel Diprediksi Meningkat

Whats New
Garuda Indonesia Tawarkan Diskon Tiket Pesawat Hingga 80 Persen di GATF 2021

Garuda Indonesia Tawarkan Diskon Tiket Pesawat Hingga 80 Persen di GATF 2021

Spend Smart
Juda Agung dan Aida S. Budiman Resmi Jadi Calon Deputi Gubernur BI

Juda Agung dan Aida S. Budiman Resmi Jadi Calon Deputi Gubernur BI

Whats New
Besok, Presiden Jokowi akan Resmikan Bandara Tebelian di Kalbar

Besok, Presiden Jokowi akan Resmikan Bandara Tebelian di Kalbar

Rilis
Indonesia Kembali Calonkan Diri Jadi Anggota Dewan IMO 2022-2023

Indonesia Kembali Calonkan Diri Jadi Anggota Dewan IMO 2022-2023

Whats New
Menko Airlangga: Kebijakan Pemulihan Ekonomi Sudah Berada di Jalur yang Benar

Menko Airlangga: Kebijakan Pemulihan Ekonomi Sudah Berada di Jalur yang Benar

Rilis
Erick Thohir Ganti Dirut PT Sang Hyang Seri

Erick Thohir Ganti Dirut PT Sang Hyang Seri

Rilis
Soal Penempatan PMI, Menaker Nilai MoU dengan Malaysia Harus Segera Rampung

Soal Penempatan PMI, Menaker Nilai MoU dengan Malaysia Harus Segera Rampung

Whats New
Dibayangi Ketidakpastian, Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi Tembus 5 Persen di 2022

Dibayangi Ketidakpastian, Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi Tembus 5 Persen di 2022

Whats New
INACA: Terjadi Fenomena Menarik di Industri Penerbangan Nasional Saat Pandemi

INACA: Terjadi Fenomena Menarik di Industri Penerbangan Nasional Saat Pandemi

Whats New
Menkop UKM Pastikan Debitur KUR Korban Erupsi Semeru Dapat Perlakuan Khusus

Menkop UKM Pastikan Debitur KUR Korban Erupsi Semeru Dapat Perlakuan Khusus

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.