Bank Dunia Sebut UU Cipta Kerja Dukung Pemulihan Ekonomi RI

Kompas.com - 16/10/2020, 13:10 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) didampingi Menkumham Yasonna Laoly (kedua kiri) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) menerima laporan akhir dari Ketua Badan Legislasi DPR  Supratman Andi (bawah) saat pembahasan tingkat II RUU Cipta Kerja pada Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (5/10/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras. Hafidz Mubarak AMenko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) didampingi Menkumham Yasonna Laoly (kedua kiri) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) menerima laporan akhir dari Ketua Badan Legislasi DPR Supratman Andi (bawah) saat pembahasan tingkat II RUU Cipta Kerja pada Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (5/10/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Dunia menyatakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja adalah upaya reformasi bagi Indonesia.

Beleid yang disahkan pekan lalu itu dinilai bisa menjadikan Indonesia lebih kompetitif dan mendukung aspirasi jangka panjang agar masyarakat lebih sejahtera.

"UU ini dapat mendukung pemulihan ekonomi dan pertumbuhan jangka panjang yang tangguh di Indonesia," ujar Senior External Affairs Officer Bank Dunia Lestari Boediono dalam keterangannya, Jumat (16/10/2020).

Baca juga: Menaker: UU Cipta Kerja Bergigi Kuat, Tidak Ompong

Bank Dunia memandang, UU Cipta Kerja menghapus berbagai pembatasan besar pada investasi dan memberikan sinyal Indonesia terbuka untuk bisnis.

Harapannya, hal itu dapat membantu menarik investor, menciptakan lapangan kerja, dan membantu Indonesia memerangi kemiskinan.

Implementasi dari UU secara konsisten akan sangat penting, dan akan memerlukan peraturan pelaksanaan yang kuat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta upaya bersama pemerintah Indonesia dan pemangku kepentingan lainnya.

"Bank Dunia berkomitmen untuk bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam reformasi-reformasi ini, menuju pemulihan ekonomi dan masa depan yang lebih baik untuk seluruh masyarakat Indonesia," jelas dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja bertujuan agar Indonesia mampu terlepas dari jebakan kelas menengah atau middle income trap.

Baca juga: Kadin Meyakini UU Cipta Kerja Bisa Lahirkan Lapangan Kerja Berkualitas

Dengan demikian, Indonesia diyakini bisa menjadi negara yang efisien dan memiliki regulasi yang mudah. Selain itu, masyarakat juga bisa lebih mudah untuk memulai berusaha.

"Omnibus Law tujannya untuk meningkatkan dan mengentaskan Indonesia dari middle income trap. Indonesia bisa menjadi negara yang efisien, regulasinya simpel, dan memberi kesempatan kepada rakyat untuk berusaha secara mudah," ujar Sri Mulyani ketika memberikan paparan dalam Pembukaan Ekspo Profesi Keuangan, Senin (12/10/2020).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Indef Minta Pemerintah Kaji Ulang Rencana Kenaikan Tarif PPN

Indef Minta Pemerintah Kaji Ulang Rencana Kenaikan Tarif PPN

Whats New
Unilever Donasikan 1.400 Lemari Berpendingin ke Pemerintah untuk Penyimpanan Vaksin

Unilever Donasikan 1.400 Lemari Berpendingin ke Pemerintah untuk Penyimpanan Vaksin

Rilis
Beban Puncak Listrik Naik Saat Lebaran, PLN Pastikan Pasokan Aman

Beban Puncak Listrik Naik Saat Lebaran, PLN Pastikan Pasokan Aman

Whats New
KSPI Sesalkan Perusahaan Yang Bawa Karyawannya ke Pengadilan Karena Tuntut THR

KSPI Sesalkan Perusahaan Yang Bawa Karyawannya ke Pengadilan Karena Tuntut THR

Rilis
IHSG Ditutup di Zona Merah Jelang Lebaran, Rupiah Stagnan

IHSG Ditutup di Zona Merah Jelang Lebaran, Rupiah Stagnan

Whats New
Indonesia Kirim 1.400 Tabung Oksigen ke India

Indonesia Kirim 1.400 Tabung Oksigen ke India

Whats New
Transaksi Pembelian Parcel Makanan di Tokopedia Melonjak Hampir 5 Kali Lipat

Transaksi Pembelian Parcel Makanan di Tokopedia Melonjak Hampir 5 Kali Lipat

Whats New
PGN Pastikan Pembangunan Infrastruktur dan Pasokan Gas Aman Jelang Lebaran

PGN Pastikan Pembangunan Infrastruktur dan Pasokan Gas Aman Jelang Lebaran

Rilis
Debt Collector Rampas Mobil yang Dikemudikan Babinsa, OJK Bakal Sanksi Leasing Terkait

Debt Collector Rampas Mobil yang Dikemudikan Babinsa, OJK Bakal Sanksi Leasing Terkait

Whats New
Perusahaan Ini Bayar Orang untuk Tidur Siang Rp 21 Juta, Minat?

Perusahaan Ini Bayar Orang untuk Tidur Siang Rp 21 Juta, Minat?

Whats New
Hari Buku Nasional, Gramedia Tebar Diskon pada 15-28 Mei 2021

Hari Buku Nasional, Gramedia Tebar Diskon pada 15-28 Mei 2021

Spend Smart
Hasil Riset NeuroSensum Ungkap 4 Kunci Penting Meningkatkan Penjualan Seller di Online Marketplace

Hasil Riset NeuroSensum Ungkap 4 Kunci Penting Meningkatkan Penjualan Seller di Online Marketplace

Smartpreneur
Soal Besaran Pajak Kripto, Ini Usulan Tokocrypto dan Indodax

Soal Besaran Pajak Kripto, Ini Usulan Tokocrypto dan Indodax

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Salam Tempel Jangan Sampai Jadi Budaya Meminta-minta

[KURASI KOMPASIANA] Salam Tempel Jangan Sampai Jadi Budaya Meminta-minta

Rilis
Airlangga: Bepergian di Wilayah Aglomerasi Tak Perlu Surat Izin

Airlangga: Bepergian di Wilayah Aglomerasi Tak Perlu Surat Izin

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X