Meski Ekonomi Pulih, China Tetap Waspadai Perkembangan Ekonomi Global

Kompas.com - 19/10/2020, 18:23 WIB
Ilustrasi bendera China. SHUTTERSTOCKIlustrasi bendera China.

JAKARTA, KOMPAS.com - Biro Nasional Statistik China baru saja merilis data pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020.

Kantor statistik tersebut menyatakan, perekonomian China kian pulih dari dampak pandemi virus corona (Covid-19) di kuartal-III tahun ini.

Dikutip dari CNBC, Senin (19/10/2020) Produk Domestik Bruto (PDB) negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia itu tumbuh 4,9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (yoy).

 

Baca juga: Ada Faktor China, OBG Sebut Ekonomi Indonesia Akan Pulih Lebih Cepat

Hal itu membuat perekonomian dalam tiga kuartal pertama tahun ini tumbuh sebesar 0,7 persen dibandingkan tahun lalu.

Sebelumnya, ekonom China memperkirakan pertumbuhan PDB Negeri Tirai Bambu tumbuh sebesar 5,2 persen.

Pemulihan perekonomian China yang lebih lambat dari perkiraan disebabkan oleh konsumsi domestik yang masih tertekan, serta ketidakpastian dari negara lain untuk mengontrol kasus Covid-19 yang berdampak terhadap perekonomian negara yang bersangkutan.

"Secara umum, perekonomian nasional terus memulih hasil dari penanganan pandemi dan pembangunan yang terkoordinasi," tulis biro tersebut dalam keterangannya.

"Namun demikian, kita harus mewaspadai kondisi perekonomian global yang masih rumit dan parah," tulis mereka.

"Dengan berbagai pertimbangan terkait ketidakstabilan dan ketidakpastian, serta kita saat ini berada dalam tekanan untuk menekan transmisi penularan dari luar untuk masuk ke dalam negeri. Perekonomian masih dalam proses pemulihan dan pondasi untuk ke arah sana harus terus diperkuat," jelas lembaga tersebut.

Baca juga: Ada Pandemi, Ekspor dan Impor China Tumbuh hingga Pecahkan Rekor

Namun demikian, kinerja penjualan ritel di China masih mengalami kontraksi. Meski telah tumbuh 3,3 persen pada periode September, namun penjualan ritel pada kuartal III secara keseluruhan hanya tumbuh 0,9 persen. Adapun pada pada sembilan bulan pertama tahun ini, penjualan ritel masih terkontraksi 7,2 persen.

Dalam tiga kuartal tersebut, penjualan online tumbuh 15,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Realisasi penjualan online tersebut berkontribusi terhadap 24,3 persen dari keseluruhan penjualan ritel.

Adapun sektor jasa menalami pertumbuhan sebesar 0,4 persen dalam tiga kuartal pertama tahun inim sementara untuk sektor primer tumbuh 2,3 persen dan 0,9 persen untuk sektor sekunder.

Investasi tumbuh 0,9 persen dan produksi industri tumbuh 6,9 persen di September jika dibandingkan tahun lalu. Sehingga secara keseluruhan dari kuartal pertama hingga ketiga, kinerja produksi industri tumbuh 1,2 persen.



Sumber CNBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X