Merger Bank Syariah BUMN, Mandiri Jadi Pemegang Saham Terbesar

Kompas.com - 21/10/2020, 11:05 WIB
Ilustrasi bank Thinkstockphotos.comIlustrasi bank
Penulis Kiki Safitri
|

Di sisi lain, Direktur Utama Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah), Toni E.B. Subari mengatakan, dengan core competence masing-masing, merger ini akan saling melengkapi, dan saling menguatkan.

Nantinya, merger ini akan memiliki layanan berbasis syariah yang komprehensif dalam satu atap bagi semua segmen nasabah, mulai dari UMKM, ritel, komesial, wholesale Syariah, sampai korporasi, baik untuk nasabah nasional maupun investor global.

Sebagai informasi, dari segmen ritel bank hasil penggabungan akan menjadi solusi keuangan dalam ekosistem Islami seperti terkait keperluan ibadah haji dan umrah, ZISWAF, pendidikan, kesehatan, remitansi internasional, dan layanan dan solusi keuangan lainnya.

Untuk segmen korporasi dan wholesale, akan menyasar sektor industri seperti pembiayaan proyek infrastruktur berskala besar dan menarik investor global lewat produk syariah.

Sementara di segmen UKM dan Mikro, Bank Hasil Penggabungan akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM melalui sinergi dengan bank-bank Himbara dan Pemerintah Indonesia. Adapun tanggal efektif penggabungan bank syariah akan berlaku mulai 1 Februari 2021.

Baca juga: Satu Tahun Jokowi, Resesi Ekonomi dan Kebebasan Berekspresi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X