Luhut Khawatir Libur Panjang Picu Gelombang Kedua Covid-19

Kompas.com - 21/10/2020, 20:33 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan rapat virtual bersama Pemerintah Daerah Jawa Tengah secara virtual, Selasa (13/10/2020). Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan InvestasiMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan rapat virtual bersama Pemerintah Daerah Jawa Tengah secara virtual, Selasa (13/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku khawatir adanya libur panjang pada pekan depan bisa memicu terjadinya gelombang kedua Covid-19 di Indonesia.

"Amerika dan Eropa ada second wave, ini perlu kita hati-hati. Makanya ada libur panjang minggu depan, saya terus terang saja sangat khawatir," ucap dia saat menjadi pembicara utama dalam acara Outlook 2021: The Year of Opportunity yang digelar secara virtual, Rabu (21/10/2020).

Oleh karena itu dia meminta protokol kesehatan benar-benar diterapkan. "Saya sampaikan ke teman-teman menteri mengingatkan agar terus menerapkan protokol kesehatan," tambah dia.

Baca juga: Luhut Bantah UU Cipta Kerja Dibahas Kejar Tayang dan Tertutup

Padahal menurut Luhut, berdasarkan laporan yang masuk ke dirinya, kasus kematian akibat Covid-19 dalam 4 minggu terakhir di 8 provinsi terus turun. Kedelapan provinsi tersebut antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Bali, dan Papua.

"Penambahan kasus kematian mingguan di delapan provinsi yang ditugaskan ke saya itu menurun. Penambahan kasus kematian juga di DKI sebagai model juga menurun. Jadi per minggu, jumlahnya ini sekarang kalau Anda lihat angka itu sudah double digit. Jadi kita berharap kalau bisa single digit," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Luhut menyampaikan kepada para pengusaha terkait strategi dalam menangani covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Yang pertama, kami menemukan bahwa kita harus menangani ini dulu yaitu bagaimana dari kampanye protokol kesehatan secara sistematis di masyarakat dan melibatkan berbagai stakeholder dan sekarang berjalan dengan operasi yustisi," katanya.

"Ini juga saya kira dalam penegakan protokol kesehatan juga mulai kelihatan buahnya. Tapi secara bersamaan dengan itu kita juga melakukan testing dan tracing supaya kita tak bisa memilah-milahkan yang sehat," sambung Luhut.

Strategi kedua lanjut dia, menyiapkan fasilitas karantina terpusat untuk pasien asimtomatik dan ringan sehingga kapasitas rumah sakit tidak penuh dan mencegah penularan dalam keluarga.

"Karena kita juga tidak ingin klaster keluarga jadi masalah. Setiap kota yang memiliki jumlah kasus tinggi itu kita dorong untuk membuat fasilitas karantina," katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turun Lagi, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Turun Lagi, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
Zipmex dan JXB Beri 3.320 Paket Makanan Untuk Petugas di 7 TPU Khusus Covid-19 di Jakarta

Zipmex dan JXB Beri 3.320 Paket Makanan Untuk Petugas di 7 TPU Khusus Covid-19 di Jakarta

Rilis
Tingkatkan Ekonomi Kuartal III, Sri Mulyani Minta Pemda Segera Belanja

Tingkatkan Ekonomi Kuartal III, Sri Mulyani Minta Pemda Segera Belanja

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
 95 Persen Warga Jakarta Telah Divaksinasi Tahap I, Sandiaga Uno Minta Masyarakat Jangan Lengah

95 Persen Warga Jakarta Telah Divaksinasi Tahap I, Sandiaga Uno Minta Masyarakat Jangan Lengah

Whats New
Apakah Harta Warisan Kena Pajak dan Wajib Dilaporkan di SPT?

Apakah Harta Warisan Kena Pajak dan Wajib Dilaporkan di SPT?

Whats New
IHSG Diprediksi Menguat pada Agustus 2021, Apa Saja Sentimennya?

IHSG Diprediksi Menguat pada Agustus 2021, Apa Saja Sentimennya?

Whats New
[POPULER MONEY] Mengapa UMKM Sulit Dapat Kredit Bank? | Cara Daftar Online Vaksinasi Covid-19

[POPULER MONEY] Mengapa UMKM Sulit Dapat Kredit Bank? | Cara Daftar Online Vaksinasi Covid-19

Whats New
Upaya Bos BEI Rayu Perusahaan Unicorn Untuk IPO

Upaya Bos BEI Rayu Perusahaan Unicorn Untuk IPO

Whats New
Relaksasi PPnBM dan PPN Dongkrak Penjualan Mobil dan Properti di Kuartal II/2021

Relaksasi PPnBM dan PPN Dongkrak Penjualan Mobil dan Properti di Kuartal II/2021

Whats New
Ekonomi Mulai Pulih, Bank BUMN Diminta Kembali Dekati Nasabah

Ekonomi Mulai Pulih, Bank BUMN Diminta Kembali Dekati Nasabah

Whats New
 Ombudsman RI Catat Pengaduan Terkait Pertambangan Naik 100 Persen di 2020

Ombudsman RI Catat Pengaduan Terkait Pertambangan Naik 100 Persen di 2020

Whats New
Menko Airlangga Harap Perencanaan Ruang Terintegrasi Dioptimalkan Untuk Sektor Kesehatan

Menko Airlangga Harap Perencanaan Ruang Terintegrasi Dioptimalkan Untuk Sektor Kesehatan

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Menikmati 2 Kota Tuan Rumah Olimpiade hingga Roh Gentayangan di Benteng Romawi Kuno

[KURASI KOMPASIANA] Menikmati 2 Kota Tuan Rumah Olimpiade hingga Roh Gentayangan di Benteng Romawi Kuno

Rilis
Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Himbara Siap Genjot Penyaluran Kredit

Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Himbara Siap Genjot Penyaluran Kredit

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X