Terus Merugi, Boeing Dikabarkan Bakal PHK 7.000 Karyawan

Kompas.com - 29/10/2020, 14:01 WIB
Salah satu bangunan di pabrik Boeing di Seattle, Washington. KOMPAS.com/Reska K. NistantoSalah satu bangunan di pabrik Boeing di Seattle, Washington.

JAKARTA, KOMPAS.com - Boeing, perusahaan pembuat pesawat asal Amerika Serikat (AS), bakal melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 7.000 karyawannya. Ini imbas dari meningkatnya kerugian di tengah tekanan pandemi Covid-19.

Melansir CNBC, Sabtu (29/10/2020), PHK diambil Boeing sebagai langkah untuk mengurangi beban akibat kerugian karena anjloknya perjalanan udara di seluruh dunia, seiring dengan itu permintaan pesawat jet pun turun. Di sisi lain, larangan terbang (grounded) Boeing 737 Max yang berkepanjangan turut menekan perusahaan.

Otoritas menetapkan larangan terbang 737 Max pada Maret 2019 lalu, setelah jenis pesawat yang paling laris ini mengalami terjadi dua kecelakaan fatal menewaskan 346 orang. Krisis 737 Max ini telah membuat kerugian yang semakin dipeburuk karena adanya pandemi.

Boeing dan saingan utamanya, Airbus, perusahaan pembuatan pesawat asal Eropa, memang sama-sama menghadapi lesunya permintaan pesawat, namun kondisi larangan 737 Max membuat Boeing tidak dapat mengirimkan pesawat ke perusahaan maskapai dan menghasilkan pemasukan yang sangat dibutuhkan saat ini.

Boeing pada akhirnya fokus pada efisiensi untuk menekan beban perusahaan, salah satunya dengan pengurangan tenaga kerja. Pada awal tahun, perusahaan menargetkan pemotongan 10 persen pekerjanya dari total 160.000 karyawan di seluruh dunia.

CEO Boeing Dave Calhoun pernah mengatakan pada karyawannya, bahwa perusahaan menargetkan jumlah karyawan akan menjadi 130.000 pada akhir tahun 2021.

Sudah sekitar 19.000 karyawan yang meninggalkan Boeing pada tahun ini, tetapi perusahaan menambahkan beberapa pekerjaan di unit pertahanan yang lebih stabil.

"Saat kami menyelaraskan diri dengan realitas pasar, kami berusaha dengan hati-hati membuat keputusan kepegawaian untuk memprioritaskan pengurangan secara alami, dan menekan dampak pada pegawai maupun perusahaan." kata Calhoun dalam catatannya kepada karyawan.

"Kami mengantisipasi tenaga kerja sekitar 130.000 karyawan pada akhir 2021. Selama proses ini, kami akan berkomunikasi dengan anda di setiap langkah keputusan," imbuh dia.

Hingga kuartal III-2020, Boeing telah kehilangan 381 pesanan pesawat baru. Boeing memperkirakan, pandemi dapat mengurangi lebih banyak permintaan pesawat pada dekade berikutnya.

Produsen pesawat yang berbasis di Chicago tersebut, membukukan kerugian bersih pada kuartal III-2020 sebesar 466 juta dollar AS, Padahal pada periode yang sama di tahun lalu, Boeing mengantongi laba bersih senilai 1,2 miliar dollar AS.

Sejalan dengan kinerja tersebut, penjualan perusahaan hingga akhir September 2020 mencapai 14,1 miliar dollar AS, turun 29 persen dari periode yang sama di 2019.

Penurunan penjualan paling menonjol terjadi di unit pesawat komersial, di mana pendapatan turun 56 persen menjadi 3,6 miliar dollar AS dari sebelumnya 8,2 miliar dollar AS pada kuartal III-2019.



Sumber CNBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X