BPH Migas Nilai Penyaluran Premium Perlu Dievaluasi

Kompas.com - 16/11/2020, 11:47 WIB
Ilustrasi SPBU KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi SPBU

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium, khususnya di kawasan Jawa, Madura, dan Bali (Jamali), mendapat respons dari sejumlah pihak. Salah satunya Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Anggota Komite BPH Migas Henry Ahmad mengaku, sebenarnya pihak BPH Migas belum mendengar kepastian kabar bahwa penjualan Premium di area Jamali akan dihentikan dalam waktu dekat.

“Setahu saya pemerintah tidak akan memberikan kompensasi terhadap penyaluran Premium di Jamali kepada Pertamina,” ujarnya, Minggu (15/11/2020).

Baca juga: Pemerintah Sebut Premium Akan Dihapus Pada 1 Januari 2021, ini Kata Pertamina

Terlepas dari itu, BPH Migas tak menampik fakta bahwa di beberapa daerah, sebagian besar Premium yang disalurkan justru menjadi objek penyelewengan ke pengecer BBM ilegal atau yang akrab disebut Pertamini.

Ada sejumlah dampak negatif dari penyelewengan Premium tersebut. Di antaranya, masyarakat tidak mendapatkan harga Premium sesuai dengan harga ketetapan pemerintah setelah Premium sampai ke pengecer dan tidak adanya jaminan kualitas Premium sesuai dengan standar.

Henry menceritakan, di Sumatera acap kali Premium dioplos dengan BBM ilegal yang berasal dari lapangan minyak ilegal yang berada di Sumatera Selatan dan Jambi. Selain itu, khusus di Sumatera Barat, lebih dari 80 persen hasil penyaluran Premium diserobot oleh pengecer sehingga menimbulkan antrean yang panjang.

Baca juga: KLHK Sebut Pertamina Akan Hapus Premium mulai 1 Januari 2021

Ada beberapa dampak negatif penyelewengan Premium lainnya. Misalnya, memicu peluang bagi oknum untuk ikut ambil untung dari penyaluran Premium, maraknya penyaluran BBM ilegal seperti Pertamini, hingga sering terjadinya kebakaran di SPBU akibat tindakan pengecer SPBU yang tidak menaati ketentuan keselamatan.

“Melihat kondisi tersebut, sebagian besar pengusaha SPBU tidak keberatan kalau di SPBU-nya tidak diberikan jatah premium,” ungkap Henry.

BPH Migas juga menilai, berdasarkan kenyataan di lapangan, khususnya di area Jamali dan beberapa daerah lainnya, keberadaan Premium perlu dievaluasi karena sebagian besar penyalurannya bermasalah atau tidak sesuai dengan harapan pemerintah untuk memberikan BBM dengan harga terjangkau kepada masyarakat umum.

“Dari pengamatan di lapangan juga masyarakat cenderung sudah menggunakan BBM dengan spesifikasi oktan yang lebih tinggi, khususnya pengguna sepeda motor,” pungkas dia. (Reporter: Dimas Andi | Editor: Tendi Mahadi)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: BPH Migas sebut penyaluran Premium mesti dievaluasi, ini alasannya



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rincian Harga Emas Antam Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Rincian Harga Emas Antam Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Whats New
Tol Layang Japek Ganti Nama, Ingat Lagi Nama Jalan Jokowi di Abu Dhabi

Tol Layang Japek Ganti Nama, Ingat Lagi Nama Jalan Jokowi di Abu Dhabi

Whats New
Bandara Pekon Serai Resmi Berubah Nama Jadi Muhammad Taufik Kiemas

Bandara Pekon Serai Resmi Berubah Nama Jadi Muhammad Taufik Kiemas

Whats New
Menhub: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Lompatan Teknologi Indonesia

Menhub: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Lompatan Teknologi Indonesia

Whats New
[POPULER MONEY] Modal dan Syarat Buka Indomaret | Seleksi CPNS 2021 Dibuka Mei

[POPULER MONEY] Modal dan Syarat Buka Indomaret | Seleksi CPNS 2021 Dibuka Mei

Whats New
Gempa Malang, Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan Elpiji Aman

Gempa Malang, Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan Elpiji Aman

Whats New
Investor Terbesar Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dirikan Kantor Pusat di Indonesia

Investor Terbesar Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dirikan Kantor Pusat di Indonesia

Whats New
Tol Layang Japek Akan Tutup Sementara untuk Ganti Nama Jadi Sheikh MBZ

Tol Layang Japek Akan Tutup Sementara untuk Ganti Nama Jadi Sheikh MBZ

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Brezel, Roti Terpopuler dari Jerman | Japanese Milk Bread, Roti Unyu Menggiurkan

[KURASI KOMPASIANA] Brezel, Roti Terpopuler dari Jerman | Japanese Milk Bread, Roti Unyu Menggiurkan

Rilis
Meski Kinerja Keuangan Merugi Pada 2020, PGN Masih dalam Kondisi Baik

Meski Kinerja Keuangan Merugi Pada 2020, PGN Masih dalam Kondisi Baik

Whats New
Di Tengah Pandemi, PGN Sukses Tuntaskan Penugasan dari Pemerintah

Di Tengah Pandemi, PGN Sukses Tuntaskan Penugasan dari Pemerintah

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Susah Move On dari Mantan? Belajarlah dari Petugas SPBU | 5 Cara Move On dari Mantan agar Prosesnya Lancar Luncur

[KURASI KOMPASIANA] Susah Move On dari Mantan? Belajarlah dari Petugas SPBU | 5 Cara Move On dari Mantan agar Prosesnya Lancar Luncur

Rilis
Kadin Dorong Peran Asosiasi dalam Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca Covid-19

Kadin Dorong Peran Asosiasi dalam Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca Covid-19

Whats New
Sepekan Terakhir, IHSG Menguat Tipis 0,98 Persen

Sepekan Terakhir, IHSG Menguat Tipis 0,98 Persen

Whats New
GeNose Tersedia di Bandara Ngurah Rai, Tarif Rp 40.000

GeNose Tersedia di Bandara Ngurah Rai, Tarif Rp 40.000

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X