Kompas.com - 23/11/2020, 13:41 WIB
Dari kiri ke kanan: CEO US IDFC Adam Boehler, Penasihat Senior Gedung Putih Ivanka Trump, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Duta Besar Indonesia untuk AS Muhammad Lutfi, dan Penasihat Senior untuk Gedung Putih Jared Kushner. Dalam pertemuan yang digelar Selasa 17 November 2020, Menko Luhut menyampaikan salam dan terima kasih dari Presiden Joko Widodo kepada Trump atas kerja sama bilateral selama ini. Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi for Kompas.comDari kiri ke kanan: CEO US IDFC Adam Boehler, Penasihat Senior Gedung Putih Ivanka Trump, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Duta Besar Indonesia untuk AS Muhammad Lutfi, dan Penasihat Senior untuk Gedung Putih Jared Kushner. Dalam pertemuan yang digelar Selasa 17 November 2020, Menko Luhut menyampaikan salam dan terima kasih dari Presiden Joko Widodo kepada Trump atas kerja sama bilateral selama ini.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memastikan investor asal AS berminat untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Saat Luhut menyambangi Negeri Paman Sam itu pada pekan lalu, CEO United States International Development Finance Corporation (IDFC) Adam Boehler menandatangani Letter of Interest (LOI) investasi 2 miliar dollar AS atau setara Rp 28,2 triliun di Indonesia Investment Authority atau Sovereign Wealth Fund (SWF).

"IDFC salah satu yang tengah melakukan evaluasi komprehensif terhadap investasinya di Indonesia, sehingga bisa ikut menarik sektor swasta AS berinvestasi di pasar dengan potensi ekonomi yang besar seperti Indonesia," tuturnya dalam keterangan tertulis, Senin (23/11/2020).

Baca juga: IPO, Perusahaan Aquaculture Ini Targetkan Raup Dana Rp 300 Miliar

"Kerja sama ini akan memperkuat ikatan ekonomi antara Amerika Serikat dan Indonesia," tambahnya.

Dalam keterangan tertulisnya Luhut menjelaskan, SWF merupakan salah opsi pembiayaan dan investasi sektor swasta terhadap proyek strategis nasional dan prioritas lainnya.

Sebelumnya, Luhut sempat menargetkan akan dapat menggaet investasi senilai hingga 6 miliar dollar AS yang akan ditempatkan di SWF.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rencananya, kucuran dana akan diterima dari investor AS, Abu Dhabi, hingga Riyadh.

"Tahun ini kira-kira kita akan dapat 5-6 miliar dollar AS (setara Rp 70 triliun). Tapi tadi kami berharap bahwa nanti Blackstone, Blackrock dan banyak macam lagi yang kami tunggu besok itu mungkin akan bisa komitmen masuk lagi. Kami berharap IDFC dari apa namanya International Development Finance Corporation itu juga akan inject," kata dia.

Baca juga: Kartu Prakerja Dinilai Tak Mampu Redam Laju Pengangguran di Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.