[POPULER MONEY] 7 Lembaga Baru yang Dibentuk Jokowi | Pertamina Tutup Kilang

Kompas.com - 03/12/2020, 06:00 WIB
Presiden Joko Widodo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Selandia Baru yang digelar secara virtual melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (14/11/2020). Dokumentasi/Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Selandia Baru yang digelar secara virtual melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (14/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Jokowi telah membubarkan 10 lembaga nonstruktural. Namun demikian, Presiden juga membentuk sejumlah lembaga baru lainnya.

Berita mengenai langkah Jokowi mendirikan lembaga baru tersebut menjadi yang terpopuler sepanjang hari kemarin, Rabu (2/12/2020).

Adapun berita lain yang juga terpopuler adalah pernyataan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama bahwa BUMN migas itu akan menutup sejumlah kilang.

Berikut adalah daftar berita terpopuler sepanjang hari kemarin: 

1. 7 Lembaga Baru yang Dibentuk Jokowi, Salah Satunya BPIP

Pemerintah membubarkan 10 lembaga nonstruktural melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 Tahun 2020. Pembubaran lembaga-lembaga tersebut dikatakan guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pemerintah.

Dengan dibubarkannya 10 lembaga tersebut, maka diharapkan akan ada penghematan APBN. Tugas-tugas lembaga yang dibubarkan itu juga akan diambil alih oleh kementerian terkait.

Namun selain membubarkan lembaga nonstruktural, Presiden Jokowi juga tercatat beberapa kali membentuk lembaga baru pemerintahan. Selengkapnya silakan baca di sini.

2. Perlu Bayar Utang, Waskita Jual 9 Ruas Tol Rp 11 Triliun

PT Waskita Karya (Persero) Tbk akan melepas kepemilikan saham atau divestasi sembilan ruas jalan tol dengan nilai sekitar Rp 10 triliun - Rp 11 triliun pada 2021.

"Selain adanya penerimaan kas, lewat divestasi Waskita akan mengurangi utang dari ruas tol yang lagi terkonsolidasi," ujar Director of Business Development & QSHE Waskita Fery Hendriyanto dilansir dari Antara, Rabu (2/12/2020).

Ia menambahkan Waskita akan menggunakan beberapa skema pelepasan seperti yang pernah dilakukan sebelumnnya. Selengkapnya silakan baca di sini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X