Susu Masih Impor, Kemenkop UKM Ingin Perkuat Korporatisasi Peternak

Kompas.com - 06/12/2020, 07:30 WIB
Suasana kandang sapi perah Desa Susu (Dairy Village), Ciater, Jawa Barat, Selasa (11/12/2018). Peternakan sapi perah mandiri modern dan berkelanjutan pertama di Indonesia ini merupakan kerjasama Frisian Flag Indonesia dan Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara Lembang. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOSuasana kandang sapi perah Desa Susu (Dairy Village), Ciater, Jawa Barat, Selasa (11/12/2018). Peternakan sapi perah mandiri modern dan berkelanjutan pertama di Indonesia ini merupakan kerjasama Frisian Flag Indonesia dan Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara Lembang.

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan hingga saat ini Indonesia masih mengimpor susu dalam jumlah besar.

Teten mengharapkan koperasi peternak sapi dapat meningkatkan kontribusi untuk memenuhi kebutuhan susu di dalam negeri dengan membangun model usaha berskala bisnis.

"Kami ingin memperkuat korporastisasi peternak di industri persusuan. Kita masih sangat besar impor susu kita, sehingga ini sangat strategis," ujarnya mengutip siaran resminya, Minggu (5/12/2020).

Baca juga: Australia Batal Jual Perusahaan Produsen Susu ke China

Teten menyebutkan, salah satu koperasi yang berada di Kabupaten Klaten, KJUB Puspetasari, bisa menjadi korporatisasi peternak susu sapi perah. Sehingga, kata Teten, koperasi bisa tumbuh menjadi sektor kewirausahaan modern, yaitu tidak beternak skala perorangan, namun skala bisnis.

"Khususnya di sini korporatisasi peternak susu sapi perah, koperasi mampu menjadi kewirausahaan yang modern. Peternak tidak beternak dengan skala kecil perorangan tapi skala bisnis. Dan ini (KJUB Puspetasari) sudah dalam bentuk kelembagaan koperasi," katanya.

Selain itu Teten juga mengatakan, korporatisasi peternak dan petani adalah bagian dari program besar Kemenkop UKM dalam pengembangan koperasi di sektor produksi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cara ini, menurut dia, bisa menjadi tonggak infrastruktur dengan dukungan rencana Presiden Joko Widido yang ingin mendorong korporatisasi petani.

Baca juga: Ada Corona, Apa Kabar Investasi Pabrik Susu China di Indonesia?

Di samping itu, Teten juga menjelaskan, KJUB Puspetasari dapat menjadi role model karena skala bisnisnya sudah cukup besar. Bahkan, telah menjadi koperasi sekunder dengan menjadi anggota KUD sektor peternak susu.

Selain itu, lanjut Teten, pihaknya juga akan berkordinasi dengan Menteri Pertanian, terkait peremajaan bibit sapi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.