Sepanjang 2020, Rumah Senilai Rp 1 Miliar Paling Laris Dijual Lippo Karawaci

Kompas.com - 14/12/2020, 17:01 WIB
PT Lippo Karawaci Tbk menggelar tutup atap atau topping off Holland Village, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2020).
Lippo KarawaciPT Lippo Karawaci Tbk menggelar tutup atap atau topping off Holland Village, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Director CEO PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) John Riady memastikan segmen properti dalam waktu satu atau dua tahun terakhir kembali bersinar.

Khususnya didorong oleh peningkatan daya beli dan juga tingkat kepemilikan rumah.

Di perusahaan Lippo Karawaci, rumah yang laris terjual dalam tahun ini merupakan hunian dengan harga pasaran golongan menengah atas seharga Rp 1 miliar hingga 2 miliar.

Baca juga: Sahamnya Diakuisisi 40 Persen, Realtegic Group Dapat Modal Penuhi Backlog Rumah

"Kita melihat Lippo Karawaci selama setahun terakhir dari marketing sales kami adalah penjualan rumah dari price segment Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar, merupakan pembeli perdana atau end user yang menjadi mesin demand dalam industri properti," kata John melalui public expose virtual, Senin (14/12/2020).

Cerahnya kembali pasar properti ini kedepannya, menurut John dipengaruhi dua faktor, urbanisasi dan tingkat kepemilikan rumah.

Jika melihat 2-5 tahun ke depan akan menjadi suatu tren pendorong dari kenaikan momentum yang sangat baik dari industri properti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau kita melihat di Indonesia seiring dengan peningkatan ekonomi dan juga PDB per kapita yang terus selama 10-20 tahun terakhir. Kita melihat tingkat urbanisasi juga mulai naik. Khususnya, tingkat kepemilikan rumah di Indonesia masih relatif rendah," ujar John.

"Di kita masih 48 persen, dibandingkan dengan negara lain seperti Vietnam, Malaysia, bahkan India. Kita masih jauh di belakang," sambung dia.

Baca juga: Harga Mulai Rp 87 Juta, Ini Daftar Lelang Rumah di Bogor

Sementara dari sisi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Indonesia masih terbilang sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga. 

John mengatakan, di Indonesia pada tahun 2018, tingkat KPR hanya 3 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB).

"Tetapi angka ini sudah naik dalam 1 atau 2 tahun terakhir. Tapi ini jugalah yang mendorong tingkat pembelian rumah yang akan terus bertumbuh pada tahun-tahun ke depan," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.