Kaleidoskop 2020: Setahun Urusan Investasi di Tangan Luhut, Lobi-lobi hingga ke Gedung Putih

Kompas.com - 27/12/2020, 11:12 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menemui Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Washington DC, Selasa (17/11/2020). Dokumentasi Gedung Putih ASMenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menemui Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Washington DC, Selasa (17/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun 2020 menjadi tahun pertama bidang investasi tak lagi di bawah Kementerian Koordinator Perekonomian, namun justru di bawah kewenangan Kementerian Koordinator Kemaritiman.

Sejak akhir 2019, Presiden Joko Widodo mengubah nomenkelatur Kementerian Koordinator Kemaritiman menjadi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi.

Hal itu memberikan tambahan kewenangan kepada Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Kabinet Indonesia Maju. Ia tak hanya mengurusi bidang kelautan dan perikanan, pariwisata, energi, dan transportasi saja, namun juga investasi.

Setahun bidang investasi di bawah Luhut, realisasi investasi naik-turun. Hal tersebut bisa dilihat dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Baca juga: Maskapai Bawa Penumpang Positif Covid-19, Siapa yang Harus Tanggung Jawab?

Data

Pada kuartal I-2020, realisasi investasi mencapai Rp 210,7 triliun, atau tumbuh 8 persen dibandingkan periode yang sama 2019. Lonjakan realisasi investasi tersebut justru ditopang oleh penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 112,7 triliun, tumbuh 29,3 persen.

Sementara itu, penanaman modal asing (PMA) kuartal I-2020 hanya Rp 98 triliun. Angka tersebut anjlok 9,2 persen dibandingkan periode yang sama 2019.

Namun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi di kuartal I-2020 tercatat hanya tumbuh 1,70 persen secara tahunan. Angka itu ini lebih rendah dari pertumbuhan di kuartal I-2019 yang sebesar 5,03 persen.

Pada kuartal II-2020, BKPM mencatat realisasi investasi Indonesia sebesar Rp 191,9 triliun sepanjang April-Juni 2020. Realiasi di kuartal II-2020 itu mengalami penurunan 4,3 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019.

Menurut Kepala BKPM Lahadalia dalam konferensi pers virtual, Rabu (22/7/2020), penurunan realisasi investasi tersebut disebabkan dampak pandemi Covid-19.

"Kondisi Covid-19 ini sangat berat, kami harus akui kuartal II-2020 ini periode yang berat," ujarnya.

Baca juga: Kaleidoskop 2020 : Listrik Gratis untuk Redam Dampak Pandemi

Anjloknya pertumbuhan investasi kuartal II-2020 juga tercatat oleh BPS. Investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) pada kuartal II-2020 terkontraksi cukup dalam. Hitungan BPS, PMTB justru minus 9,16 persen secara tahunan.

Sedangkan pada kuartal III-2020, BKPM mencatat ada kenaikan realisasi investasi. Realisasi investasi kuartal III-2020 Rp 209 triliun, tumbuh 1,6 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Meski begitu. BPS mencatat PMTB masih minus 6,48 persen pada kuartal III-2020.

Rendahnya pertumbuhan investasi ikut menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 2020.

Hal ini membuat Presiden Joko Widodo sempat menegur Luhut Binsar Pandjaitan serta Bahlil Lahadalia.

"Saya sudah mewanti-wanti kepada Kepala BKPM dan Menko Marves agar paling tidak di kuartal III ini bisa minus di bawah 5, tapi ternyata belum bisa," tutur dia.

Baca juga: Luhut Ingin Lebih Banyak Investor China di Kawasan Danau Toba

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Siapa Sebenarnya Pemilik KFC | Pengusaha Adiguna Sutowo Meninggal

[POPULER MONEY] Siapa Sebenarnya Pemilik KFC | Pengusaha Adiguna Sutowo Meninggal

Whats New
Apakah Ada Sanksi bila Mudik di Luar Tanggal 6-17 Mei? Ini Kata Kemenhub

Apakah Ada Sanksi bila Mudik di Luar Tanggal 6-17 Mei? Ini Kata Kemenhub

Whats New
Larangan Mudik, Kemenhub Bakal Terbitkan Surat Edaran

Larangan Mudik, Kemenhub Bakal Terbitkan Surat Edaran

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Ketika Orangtua Terlalu Membandingkan Prestasi Akademik Antar-anak | 'Strict Parents', Jangankan Pacaran, Izin Main Saja Susah

[KURASI KOMPASIANA] Ketika Orangtua Terlalu Membandingkan Prestasi Akademik Antar-anak | "Strict Parents", Jangankan Pacaran, Izin Main Saja Susah

Rilis
Mengenal Arti Leasing dan Bedanya dengan Kredit

Mengenal Arti Leasing dan Bedanya dengan Kredit

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Sedarah tapi Saling Cemburu | Pandangan Keliru tentang Anak Sulung | Puncak Sibling Rivalry Ada pada Pembagian Harta Warisan

[KURASI KOMPASIANA] Sedarah tapi Saling Cemburu | Pandangan Keliru tentang Anak Sulung | Puncak Sibling Rivalry Ada pada Pembagian Harta Warisan

Rilis
Menhub Ingin Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Menhub Ingin Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Rilis
Update 10 Sekolah Ikatan Dinas Favorit: STIS dan STAN Banjir Peminat

Update 10 Sekolah Ikatan Dinas Favorit: STIS dan STAN Banjir Peminat

Whats New
Pemerintah Minta Pekerja Swasta Tidak Mudik Lebaran

Pemerintah Minta Pekerja Swasta Tidak Mudik Lebaran

Whats New
Deposito Nasabah Bank Mega Syariah Rp 20 Miliar Raib, Ini Kronologinya

Deposito Nasabah Bank Mega Syariah Rp 20 Miliar Raib, Ini Kronologinya

Whats New
Simak Proyeksi IHSG Pekan Depan

Simak Proyeksi IHSG Pekan Depan

Earn Smart
Ada Relokasi VMS, Jasa Marga Lakukan Buka Tutup Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Ada Relokasi VMS, Jasa Marga Lakukan Buka Tutup Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Whats New
Tutup Bisnis Perbankan Ritel, Ini Nasib Nasabah dan Karyawan Citigroup

Tutup Bisnis Perbankan Ritel, Ini Nasib Nasabah dan Karyawan Citigroup

Whats New
Formasi CPNS 2021 Ini Bisa Diikuti Pelamar Usia 40 Tahun

Formasi CPNS 2021 Ini Bisa Diikuti Pelamar Usia 40 Tahun

Whats New
[TREN FOODIE KOMPASIANA] Bikin Risol Mayo, Bisa untuk Camilan Buka Puasa, Loh! | Resep Pastel Tutup Klasik, Lezat dan Bergizi!

[TREN FOODIE KOMPASIANA] Bikin Risol Mayo, Bisa untuk Camilan Buka Puasa, Loh! | Resep Pastel Tutup Klasik, Lezat dan Bergizi!

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X