Kompas.com - 31/12/2020, 14:59 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat memberikan sambutan pada acara pelepasan ekspor komoditas pertanian di PT Bio Cycle Indo, Jalan Garuda Sakti, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (4/12/2020). Dok. Pemprov RiauMentan Syahrul Yasin Limpo saat memberikan sambutan pada acara pelepasan ekspor komoditas pertanian di PT Bio Cycle Indo, Jalan Garuda Sakti, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (4/12/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan, pihaknya akan melakukan gerak cepat mengantisipasi kemungkinan adanya iklim ekstrim yang mempengaruhi jalannya produksi pangan di musim tanam 2021.

Antisipasi itu sudah dirancang dengan percepatan tanam, infrastruktur air, serta pencocokan validasi cuaca dengan menggunakan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Selama ini kita selalu bersoal dengan masalah cuaca dan hama maka dilakukan mapping serta kerja sama dengan BMKG. Pasti kami terus bergerak cepat. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik, dan bukan hanya beras yang terpenuhi tapi juga komoditas lain selalu tersedia," ujar Syahrul dalam keterangan resminya, Kamis (31/12/2020).

Menurut Mentan, keberhasilan Indonesia dalam menjaga ketersediaan pangan adalah modal utama dalam melakukan fokus kerja di tahun depan. Oleh karena itu, pendekatan kerja yang diambil harus berjalan efektif dan efisien.

Baca juga: Izin Vaksin Covid-19 AstraZeneca Disebut Bakal Lebih Mudah Terbit di RI

Ia bilang, rancangan sektor pertanian di 2021 telah disiapkan oleh Kementan sejak 2020, karena itu pihaknya hanya perlu melakukan intervensi agar produksi tahun depan berjalan dengan lancar dan sesuai harapan.

"Insya Allah persoalan cuaca bisa kami kendalikan," katanya.

Namun secara umum, kata Syahrul, pihaknya sudah menyiapkan pasokan beras dari Musim Tanam (MT) 1 dan 2 yang digarap pada Januari-Juni 2020 dengan stok mencapai 7,4 juta ton. Di mana produksi yang ada mencapai 17 juta ton dengan kebutuhan konsumsi sebesar 15 juta ton.

Adapun untuk kesiapan tahun depan, musim tanam I periode Oktober 2020-Maret 2021 sudah dilakukan dengan luas tanam 8 juta hektar lahan sawah. Targetnya, dari hasil panen raya bisa mencapai 18,5 juta ton sampai Juni 2021.

"Berarti stok akhir kita di 2021 menyampai 8-9 juta ton," kata dia.

Sementara itu, Wakil Dirut Perum Bulog Gatot Trihargo mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan gudang-gudang beras di beberapa provinsi untuk menyerap hasil produksi di musim tanam Maret 2021 nanti.

Baca juga: 3 Cara Beri Masukan soal Aturan Turunan UU Cipta Kerja

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

Whats New
Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Whats New
Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Whats New
Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Whats New
Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Whats New
Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Rilis
Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Whats New
Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Whats New
Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Whats New
Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Whats New
Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Whats New
Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Whats New
Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Whats New
Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Whats New
Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.