Pemulihan Pariwisata ala Sandiaga, Tarik Wisatawan Domestik Pakai Big Data

Kompas.com - 31/12/2020, 15:27 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno mengunjungi Santrian Art Gallery, Denpasar, Bali, Senin (28/12/2020). Kompas.com/ Imam RosidinMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno mengunjungi Santrian Art Gallery, Denpasar, Bali, Senin (28/12/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno ingin ada inovasi untuk menggaet wisatawan menggunakan pendekatan teknologi.

Dia menyarankan, para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif bisa menggaet minat wisatawan menggunakan big data. Sandi yakin, peran teknologi bakal membuat sistem promosi jadi lebih efisien.

“Kita harus fokus pada wisatawan domestik, kita bisa menggunakan pendekatan big data. Kira-kira orang-orang tipe mana sih yang bakal tertarik, (misalnya) untuk berlibur ke danau Toba,” kata Sandiaga dalam siaran pers, Kamis (31/12/2020).

Sandi menuturkan, keinginan itu tebersit sejak Presiden RI Joko Widodo memintanya untuk menggenjot 5 destinasi pariwisata dan ekonomi kreatif pada 2021, agar sektor ini bisa pulih pasca-pandemi Covid-19.

Baca juga: Mentan Yakin Pasokan Beras Aman pada 2021

Bukan hanya wisatawan asing, Jokowi ingin pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di Indonesia bisa menggaet wisatawan domestik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan big data.

“Bapak Presiden Joko Widodo tidak ingin promosi di tempat yang tidak tepat dan tidak pas. Sekarang dengan adanya teknologi, kita bisa berpromosi dengan lebih efisien,” ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut Sandi menyebut, pesatnya penggunaan teknologi akibat pandemi harus bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif untuk promosi.

Tenang saja, pelaku usaha tidak sendirian. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini berkomitmen untuk membantu mewujudkan ide tersebut.

“Misal ada warga Jabodetabek mau ke Bali. Mereka memilih untuk mencari destinasi lewat aplikasi. Mungkin itu yang bisa dikolaborasikan dengan Kemenparekraf. Saya komit untuk memajukan agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif itu tidak hanya di tahun 2021 saja tapi seterusnya," pungkasnya.

Baca juga: Mundur, Peleburan Kelas BPJS Kesehatan Dimulai Tahun 2022

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.