3 Instruksi Jokowi ke Menhub soal Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

Kompas.com - 12/01/2021, 18:20 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan keterangan pers terkait perkembangan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182,  di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (11/1/2021). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan konsentrasi pencarian hingga hari ini berfokus pada upaya pencarian korban jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182 sejalan dengan upaya pencarian black box atau kotak hitam pesawat. ANTARA FOTO/Fauzan/hp. FAUZANMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan keterangan pers terkait perkembangan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (11/1/2021). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan konsentrasi pencarian hingga hari ini berfokus pada upaya pencarian korban jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182 sejalan dengan upaya pencarian black box atau kotak hitam pesawat. ANTARA FOTO/Fauzan/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ke Istana Negara siang hari ini, Selasa (12/1/2021), untuk membahas perkembangan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu.

Budi mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Jokowi menginstruksikan tiga hal terkait kecelakaan yang terjadi pada Sabtu (9/1/2021) lalu.

Pertama, Jokowi meminta Budi beserta tim SAR Gabungan untuk mempercepat penanganan kecelakaan, khususnya berkaitan dengan pencarian korban dan juga bagian-bagian pesawat.

Baca juga: Sempat Dikandangkan 9 Bulan, Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Perpanjang Sertifikat Kelaikudaraan

"Untuk mendapatkan black box segera ditemukan dan diambil, begitu juga jenazah korban, potongan pesawat segera diangkat," kata Budi di di Posko SAR Terpadu Jakarta International Container Terminal (JICT), Selasa.

"Seperti diketahui, flight data recorder sudah ditemukan," tambahnya.

Kemudian, Jokowi juga meminta Budi segera memberikan hak-hak berupa santunan atau asuransi kepada keluarga korban.

"Sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar dia.

Baca juga: Bos Sriwijaya Air: Sejak Maret 2020, Kami Telah Menjalani Audit Keamanan dan Keselamatan

Terakhir, Budi diminta untuk tidak memakan waktu lama mencari tahu penyebab jatuhnya pesawat jenis Boeing 737-500 itu.

"Harus segera ditemukan dan dijadikan pembelajaran untuk meningkatkan kinerja penerbangan nasional," ucap Budi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X