Benda Asing Tidak Berawak dan Kewaspadaan Nasional

Kompas.com - 15/01/2021, 21:13 WIB
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menunjukkan temuan benda seaglider yang sempat dicurigai drone laut. Tangkapan layar Kompas TVKepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menunjukkan temuan benda seaglider yang sempat dicurigai drone laut.

BEBERAPA tahun belakangan ini Indonesia sudah menjadi tempat berserakannya benda asing tidak berawak atau unmanned vehicle ( drone), terutama di perairan Nusantara.

Beberapa pihak menjelaskan bahwa tidak perlu panik atau khawatir karena hal itu adalah hal yang biasa saja, antara lain sebagai risiko dari sudah banyaknya kerjasama riset dan penelitian bawah laut antara beberapa perguruan tinggi kita dengan pihak luar negeri.

Agak sulit juga menerima pendapat tersebut, karena informasi tentang sudah banyaknya kegiatan penelitian bawah laut yang akan menghasilkan berserakannya drone sebagai benda asing belum pernah terdengar sama sekali.

Tidak perlu heboh lanjutnya, tidak perlu menjadi gumunan. Bagaimana tidak heboh kalau nelayan menemukan foreign object (benda asing) di kawasan perairan yang biasa digunakan sebagai tempat mereka mencari ikan.

Analoginya adalah bila ada benda asing yang tiba-tiba masuk pekarangan kita, maka sudah sangat wajar pemilik rumah akan curiga dan bertanya tanya apa gerangan benda asing itu dan serta merta akan mencari tahu tentang barang apa dan berasal dari mana.

Persoalan pada akhirnya diketahui bahwa benda asing itu ternyata hanya sebuah benda mainan yang tengah di pergunakan oleh anaknya sendiri bersama dengan anak tetangga, adalah persoalan yang lain lagi.

Benda asing masuk berserakan ke dalam pekarangan rumah kita dan kita di suruh tidak heboh adalah sebuah pernyataan yang menghebohkan alias aneh bin ajaib. Apalagi disusul dengan pernyataan bahwa barang itu tidak berbahaya dan tidak perlu direspons.

Baca juga: Selamat Datang Rombongan Drone Asing ke Indonesia

Persoalannya adalah selama ini tidak pernah ada kabar atau pengumuman tentang adanya kegiatan di perairan kita yang akan menghasilkan banyak benda asing yang akan berserakan di halaman rumah kita.

Pada titik ini maka sudah dapat disimpulkan untuk sementara bahwa kehebohan yang terjadi adalah merupakan persoalan murni tentang alur informasi yang dapat dipercaya oleh masyarakat.

Informasi yang tidak pernah diterima masyarakat dan juga apalagi Nelayan khususnya tentang akan ada banyak benda berserakan di perairan kita karena beberapa institusi dan perguruan tinggi yang tengah melakukan kegiatan penelitian bawah laut bersama dengan negara lain.

Nelayan yang melaporkan temuannya kepada pihak berwajib sepantasnya memperoleh apresiasi sebagai warga negara yang memiliki kesadaran dan kewaspadaan tinggi.

Kesadaran tentang barang atau benda asing yang harus dilaporkan kepada aparat keamanan sebagai ujud kekhawatiran tentang kemungkinan adanya unsur “bahaya” dari benda yang ditemukannya.

Sebagai catatan, realita menunjukkan bahwa kemajuan teknologi telah membuat banyak kegunaan drone atau unmanned vehicle yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan apa saja, termasuk teror, sabotase dan tindakan membahayakan lainnya diluar dari keperluan riset dan penelitian.

Tidak ada salahnya untuk waspada dalam menghadapi hal hal yang tidak kita inginkan. Terlalu naif untuk mengatakan tidak usah khawatir terhadap berserakannya benda asing di seantero perairan kita, di halaman rumah kita sendiri tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X