Chappy Hakim
KSAU 2002-2005

Penulis buku "Tanah Air Udaraku Indonesia"

Selamat Datang Rombongan Drone Asing ke Indonesia

Kompas.com - 04/01/2021, 17:47 WIB
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menunjukkan temuan benda seaglider yang sempat dicurigai drone laut. Tangkapan layar Kompas TVKepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menunjukkan temuan benda seaglider yang sempat dicurigai drone laut.

KOMPAS.com - Terjaringnya benda mirip drone bawah laut oleh nelayan lokal bukan kali pertama terjadi di perairan Indonesia.

Sebelum peristiwa terjaringnya benda mirip drone bawah laut oleh nelayan di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, di penghujung 2020, kejadian serupa juga pernah terjadi di perairan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada 2019.

Benda yang awalnya diduga rudal oleh nelayan, ternyata merupakan drone bawah laut yang diduga milik Cina. Di drone itu ditemukan aksara Cina yang bertuliskan nama China Shenyang Institute of Automation, Chinese Academy of Sciences.

Baca juga: Sempat Dikira "Drone", Ini Fungsi "Seaglider" yang Ditemukan di Kepulauan Selayar

Istilah drone cukup banyak digunakan dan kadang membingungkan namun dalam tulisan ini yang dimaksud dengan “drone” adalah unmanned vehicle, tidak dibatasi apakah itu Aerial atau Underwater Vehicle. Singkat kata untuk sementara, dalam tulisan ini, drone diartikan sebagai wahana tidak berawak.

60 tahun yang lalu CIA menggunakan pesawat terbang U-2 untuk misi spionase dan berhasil ditembak jatuh, karena memasuki wilayah udara kedaulatan Uni Soviet. Sang Pilot berhasil ditawan walau pesawat U-2 memiliki kemampuan terbang hingga 70.000 kaki.

Teknologi mutakhir telah mengubah segalanya. Dan kini misi misi rahasia dan super-rahasia serta misi dengan risiko tinggi tidak lagi menggunakan wahana dengan orang sebagai pengendalinya, karena cukup menggunakan drone saja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Era ini telah menjadi titik balik dari misi misi khusus terutama berkait dengan Sistem Pertahanan Keamanan Negara atau melekat pada kepentingan National Security yang ternyata cukup dilakukan dengan menggunakan drone dengan lebih efisien.

Abad ini memang tengah memasuki era cyber world dengan ditandai teknologi tinggi antara lain AI atau Artificial Inteligent.

Cyber World telah menjadi domain ke 5 setelah, darat, laut , udara dan ruang angkasa. Tidak seperti ke 4 domain lainnya yang patuh dan taat untuk tetap ajeg berada pada platform nya masing-masing, Cyber World sang domain ke 5 memiliki kemampuan menembus sekat-sekat domain lainnya.

Maka itulah kita saksikan sekarang ini drone yang merajalela di udara, ruang angkasa dan juga di bawah permukaan laut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.