Kata Pertamina, Ini Kelebihan dari Digitalisasi SPBU

Kompas.com - 19/01/2021, 21:12 WIB
 Ilustrasi SPBU Pertamina. (DOK. Pertamina) Ilustrasi SPBU Pertamina.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) tengah gencar melaksanakan program digitalisasi infrastruktur perseroan, salah satunya kepada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Tercatat sejak digagas pada 2018 hingga akhir 2020, proyek digitalisasi telah dilaksanakan di 5.518 SPBU.

Sebenarnya, apa fungsi dan kelebihan dari digitalisasi SPBU?

Direktur Penunjang Bisnis Pertamina M Haryo Yunianto mengatakan, digitalisasi SPBU akan memiliki dampak positif bagi perseroan karena akan menyediakan data dan informasi yang akurat serta real time.

Baca juga: Pertamina Heran Minyak Tanah di Papua dan Maluku Selalu Langka Setiap Awal Tahun

Data dan informasi inilah yang akan digunakan Pertamina sebagai alat untuk melakukan keputusan strategis dalam memastikan kehandalan suplai dan pelayanan bagi masyarakat.

Selain kehandalan suplai, digitalisasi SPBU juga telah menjalankan monitoring penjualan BBM subsidi khususnya Solar JBT, salah satunya dengan pencatatan nomor polisi kendaraan dengan menggunakan sistem Pre-Purchase yang hingga saat ini telah mencapai 82 persen dari total transaksi perhari. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kita tidak berhenti sampai disini. Selanjutnya Pertamina telah menyiapkan pengembangan sistem lebih lanjut menggunakan data dan informasi yang didapat dari digitalisasi SPBU, yakni Sistem Autoreplenishment dan Sistem Prepurchase pembelian BBM Subsidi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (19/1/2021).

Lebih lanjut, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mas’ud Khamid menjelaskan, dari sisi kehandalan suplai, melalui digitalisasi Pertamina secara real time dapat melakukan monitoring sales atau penjualan, monitoring stok yang tersedia di SPBU, monitoring penerimaan BBM saat bongkar muat dari mobil tanki (MT), dan mengembangkan auto scheduling dalam pengiriman BBM ke SPBU.

“Semua data dan informasi real time ini dapat kami pantau melalui dashboard monitoring yang sudah dikembangkan," katanya.

"Dengan demikian, digitalisasi SPBU ini bisa membantu kami memastikan penyaluran BBM yang tepat sasaran dan memastikan keadaan stok di SPBU selalu dalam kondisi aman untuk melayani kebutuhan masyarakat,” tambah Mas’ud.

Digitalisasi SPBU juga menawarkan manfaat bagi masyarakat dalam proses transaksi di SPBU.

Digitalisasi memperkuat jaringan SPBU dalam menawarkan metode pembayaran non tunai melalui Aplikasi MyPertamina.

“Ini adalah upaya Pertamina mendorong masyarakat ke era digital serta memastikan pelanggan Pertamina merasakan customer experience yang memuaskan,” ucapnya.

Baca juga: Gempa Majene, Pertamina Pastikan Penyaluran BBM Tak Terganggu



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X