IHSG Pagi Merosot 145 Poin, Bagaimana dengan Rupiah?

Kompas.com - 25/01/2021, 09:32 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini berada di zona merah pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (25/1/2021).

Melansir data RTI, pukul 09.08 WIB, IHSG berada pada level 6.161,31 atau turun 145,8 poin (2,31 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.301,12.

Sebanyak 48 saham melaju di zona hijau dan 309 saham di zona merah. Sedangkan 169 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,86 triliun dengan volume 2,14 miliar saham.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 di berbagai negara diikuti pembatasan sosial ketat untuk mengekang penyebaran pandemi jadi sentimen negatif.

Baca juga: Bagaimana Prediksi IHSG Awal Pekan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Hans menilai, pembatasan sosial secara ketat merusak optimisme tentang kinerja laba emiten yang mulai membaik. Selain itu, masih lambatnya program vaksin di berbagai negara membuat penguncian sosial menjadi pilihan mengatasi pandemi.

“IHSG berpeluang konsolidasi melemah membentuk candle dengan body turun dan shadow pendek indikasi tekanan turun,” kata Hans dalam pesan singkat, Sabtu (23/1/2021).

Sementara pasar saham di kawasan regional pagi ini bergerak di zona hijau.  Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,18 persen, indeks Shanghai Komposit naik 0,2 persen, indeks Nikkei bertambah 0,36 persen, dan indeks Strait Times naik 0,11 persen.

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini juga bergerak di teritori negatif.

Melansir data  Bloomberg, pada pukul 09.08 WIB rupiah berada pada level Rp 14.055 per dollar AS atau melemah 20 poin (0,14 persen) dibanding penutupan sebelumnya Rp 14.035 per dollar AS.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan, meskipun melemah di pagi hari, rupiah masih berpeluang bergerak menguat. Hal ini terdorong oleh kenaikan aset berisiko seperti indeks saham Asia dan rencana pemerintahan Joe Biden untuk merilis stimulus sebesar 1,9 trilun dollar AS.

“Sentimen ini mungkin bisa membantu penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS hari ini,” Ariston kepada Kompas.com.

Di sisi lain, pasar juga mengkhawatirkan kasus Covid-19 yang terus naik di dunia dan juga di Indonesia yang memicu pembatasan aktivitas baru, yang mendorong penguatan terbatas pada rupiah.

“Ini bisa memberikan tekanan untuk rupiah. Selain itu, bila pasar kembali merespon kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS, rupiah juga berpotensi melemah kembali,” jelas dia.

Ariston memproyeksikan rupiah hari ini akan bergerak pada kisaran Rp 14.000 per dollar AS hingga Rp 14.100 per dollar AS.

Baca juga: IHSG dan Rupiah Kompak Melemah pada Akhir Pekan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X