Soal Beras Impor Vietnam yang Rembes di Pasar, Ini Dugaan Kemendag

Kompas.com - 25/01/2021, 19:30 WIB
Ilustrasi beras KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGIlustrasi beras

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menduga temuan beras impor asal Vietnam dengan kemasan beras jasmine (jasmine rice) yang rembes di pasar Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta, adalah beras oplosan.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Didi Sumedi mengatakan, dugaan tersebut berdasarkan tinjauan langsung yang dilakukan oleh tim Kemendag.

Ia bilang, kasus tersebut sedang didalami oleh unit pengawasan Kemendag di bawah Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag.

Baca juga: Dana Hasil Penjualan Surat Utang ORI019 untuk Membiayai Vaksinasi

"Kemungkinan menurut tim beras tersebut oplosan sehingga bisa dijual murah," ungkapnya kepada Kompas.com, Senin (25/1/2021).

Seperti diketahui, jasmine rice yang rembes di Pasar Cipinang dijual dengan harga murah yakni Rp 9.000 per kilogram. Padahal, kata Didi, harga wajar jasmine rice di pasar mencapai Rp 16.000-Rp 19.000 per kilogram.

Dugaan lainnya, lanjut dia, adanya pelanggaran pelabelan yang dilakukan dalam penjualan beras tersebut lantaran kemasan dan jenis beras di dalamnya berbeda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Atau bisa juga pelanggaran pelabelan, di mana tidak sesuai antara kemasan dan jenis beras yang sebenarnya," katanya.

Didi mengatakan, pada dasarnya jenis beras khusus seperti jasmine rice terbuka untuk di impor, hanya saja perlu persetujuan pemerintah. Ia mengakui, Kemendag telah menerbitkan impor untuk jasmine rice pada tahun lalu.

"Kemendag di 2020 telah menerbitkan ijin impor beras premium seperti basmati, japonica, dan jasmine," ungkap dia.

Sebelumnya, Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Sutarto Alimoeso mengatakan, berdasarkan temuan anggotanya terhadap beras jasmine asal Vietnam yang dijual dengan harga murah. Ada 300 ton yang masuk Pasar Cipinang.

Baca juga: KKP Lepasliarkan 16.975 Ekor Benih Lobster Hasil Selundupan

Kecurigaan pada harga jual tersebut yang pada akhirnya membuat anggota memastikan isi beras di dalam karung. Ternyata yang ditemukan adalah beras premium biasa namun dikemas dalam karung jasmine rice.

"Menurut laporan dari anggota, karungnya tulisan jasmine tetapi pada dasarnya isinya bukan beras kategori jasmine. Jadi diperkirakan itu sebenarnya beras biasa, artinya beras premium yang pada dasarnya tidak boleh di impor," jelas Sutarto.

Sutarto mengatakan, temuan tersebut pada akhirnya dilaporkan kepada pihak Bareskrim Polri dan kini sedang dalam tahap penyidikan. Dia bilang, pihaknya menyerahkan proses penyelesaian kasus pada pihak berwajib.

"Jadi hal itu yang kemudian ditemukan dan dilaporkan oleh teman-teman anggota dan sekarang sudah ditangani pihak berwajib," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.