Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masih Dinamis, Anggaran PEN Tahun Ini Diperkirakan Rp 553 Triliun

Kompas.com - 26/01/2021, 12:57 WIB
Mutia Fauzia,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, nilai alokasi dana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) 2021 sebesar Rp 553,09 triliun. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan estimasi terakhir yang sebesar Rp 403,9 triliun.

Airlangga menjelaskan, alokasi anggaran meningkat lantaran pemulihan ekonomi RI dari pandemi masih memerlukan dukungan yang cukup besar.

Jumlah alokasi tersebut pun hampir sama dengan realisasi anggaran PC-PEN tahun lalu yang sebesar Rp 579,78 triliun atau 83,39 persen dari pagu Rp 695,2 triliun.

"Kementerian Keuangan sudah melakukan pendataan dan angka terkait dengan alokasi PEN di 2021 ini besarnya RP 553,09 triliun. Bila dibandingkan 2020 realisasinya Rp 579,78 triliun, artinya pemerintah sudah melihat pemulihan ekonomi di 2021 ini memerlukan support yang sama dengan 2020," jelas Airlangga dalam webinar Akselerasi Pemulihan Ekonomi yang diadakan secara virtual, Selasa (26/1/2021).

Baca juga: Menko Airlangga: Perjuangan Melawan Pandemi Belum Berakhir...

Lebih rinci ia menjelaskan, dari keseluruhan dana PEN tersebut, sebanyak Rp 104,7 triliun dialokasikan untuk sektor kesehatan.

Nilai tersebut akan direalisasikan dalam bentuk pengadaan dan operasional vaksinasi Covid-19, sarana dan prasarana serta alat kesehatan, biaya klaim perawatan, insentif tenaga kesehatan dan santunan kematian, hingga bantuan iuran BPJS Kesehatan.

Selain itu, untuk perlindungan sosial dialokasikan Rp 150,96 triliun. Jumlah tersebut akan dialirkan untuk Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Kartu Prakerja, BLT Dana Desa, Bansos Tunai, Subsidi Kuota Pembelajaran Jarak Jauh, hingga diskon listrik.

"Untuk diskon listrik dilakukan, walau sebenarnya ada yang dilanjutkan enam bulan ada yang tiga bulan, secara bertahap. Jadi tiga bulan gratis, tiga bulan berikutnya 50 persen," jelas Airlangga.

Baca juga: Soal Modal Inti Bank Rp 3 Triliun, OJK: Kalau Tidak Bisa, Undang Investor

Kemudian Rp 141,36 triliun dianggarkan untuk program prioritas yang meliputi dukungan pariwisata, ketahanan pangan atau food estate, pengembangan ICT, pinjaman ke daerah dan subsidi pinjaman daerah, padat karya, kawasan industri, dan lainnya.

Selain itu juga dianggarkan untuk dukungan UMKM dan pembiayaan korporasi Rp 156,06 triliun. Terdiri dari subsidi bunga KUR dan non-KUR, penjaminan loss limit UMKM dan korporasi, UP UMKM dan korporasi, pembiayaan PEN lainnya, penempatan dana, dan lainnya.

"Program ini yang tahun kemarin adalah Rp 66,59 triliun, ini dinaikkan menjadi Rp 156,06 triliun, salah satunya untuk pariwisata ini adalah sektor yang paling depan terkena pandemi, seperti hotel, restoran, dan lainnya," katanya.

Sisanya berupa insentif usaha, namun alokasi dananya masih ditinjau kembali. Airlangga pun menyatakan alokasi PEN 2021 masih bisa meningkat lagi sejalan dengan dinamika ekonomi ke depan.

Baca juga: Deretan Daerah yang Jumlah Wanitanya Lebih Banyak dari Pria

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

AHY Bakal Tertibkan Bangunan Liar di Puncak Bogor

AHY Bakal Tertibkan Bangunan Liar di Puncak Bogor

Whats New
Rupiah Anjlok, Airlangga Sebut Masih Lebih Baik Dibanding Negara Lain

Rupiah Anjlok, Airlangga Sebut Masih Lebih Baik Dibanding Negara Lain

Whats New
Aktivitas Gunung Ruang Turun, Bandara Sam Ratulangi Kembali Beroperasi Normal

Aktivitas Gunung Ruang Turun, Bandara Sam Ratulangi Kembali Beroperasi Normal

Whats New
Survei BI: Kegiatan Usaha di Kuartal I-2024 Menguat, Didorong Pemilu dan Ramadhan

Survei BI: Kegiatan Usaha di Kuartal I-2024 Menguat, Didorong Pemilu dan Ramadhan

Whats New
Strategi BCA Hadapi Tren Suku Bunga Tinggi yang Masih Berlangung

Strategi BCA Hadapi Tren Suku Bunga Tinggi yang Masih Berlangung

Whats New
Bandara Panua Pohuwato Diresmikan Jokowi, Menhub: Dorong Ekonomi Daerah

Bandara Panua Pohuwato Diresmikan Jokowi, Menhub: Dorong Ekonomi Daerah

Whats New
Tren Pelemahan Rupiah, Bos BCA Sebut Tak Ada Aksi Jual Beli Dollar AS yang Mencolok

Tren Pelemahan Rupiah, Bos BCA Sebut Tak Ada Aksi Jual Beli Dollar AS yang Mencolok

Whats New
Panen Jagung di Gorontalo Meningkat, Jokowi Minta Bulog Lakukan Penyerapan

Panen Jagung di Gorontalo Meningkat, Jokowi Minta Bulog Lakukan Penyerapan

Whats New
Ramai Beli Sepatu Bola Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Bea Cukai Buka Suara

Ramai Beli Sepatu Bola Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Bea Cukai Buka Suara

Whats New
Menko Airlangga: Putusan Sengketa Sudah Berjalan Baik, Kita Tidak Perlu Bicara Pilpres Lagi...

Menko Airlangga: Putusan Sengketa Sudah Berjalan Baik, Kita Tidak Perlu Bicara Pilpres Lagi...

Whats New
Paylater BCA Punya 89.000 Nasabah sampai Kuartal I-2024

Paylater BCA Punya 89.000 Nasabah sampai Kuartal I-2024

Whats New
Hadapi Tantangan Bisnis, Bank DKI Terus Kembangkan Produk Digital

Hadapi Tantangan Bisnis, Bank DKI Terus Kembangkan Produk Digital

Whats New
Kemendag Mulai Lakukan Evaluasi Rencana Kenaikan Harga MinyaKita

Kemendag Mulai Lakukan Evaluasi Rencana Kenaikan Harga MinyaKita

Whats New
Simak Daftar 10 'Smart City' Teratas di Dunia

Simak Daftar 10 "Smart City" Teratas di Dunia

Whats New
Kuartal I-2024, Laba Bersih BCA Naik 11,7 Persen Jadi Rp 12,9 Triliun

Kuartal I-2024, Laba Bersih BCA Naik 11,7 Persen Jadi Rp 12,9 Triliun

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com