Pengusaha Gembira Anies Tak Ikut Terapkan "Gerakan di Rumah Aja"

Kompas.com - 08/02/2021, 08:34 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memperlihatkan foto kesunyian Jalan Sudirman Jakarta Pusat saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) April-Mei 2020 For Virtual ZoomGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memperlihatkan foto kesunyian Jalan Sudirman Jakarta Pusat saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) April-Mei 2020

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pelaku bisnis menyambut positif langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tidak ikut memberlakukan lockdown di akhir pekan atau "Gerakan di Rumah Aja".

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, menyebut Jakarta adalah pusat ekonomi paling sibuk di Indonesia, sehingga kebijakan lockdown di akhir pekan bisa berimbas besar pada ekonomi.

"Pelaku usaha memberikan apresiasi yang tinggi kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan yang tidak mengikuti jejak Gubernur Jawa Tengah yang menerapkan "Gerakan di Rumah Aja" pada Sabtu dan Minggu atau lockdown setiap akhir pekan," ucap Sarman dalam keterangannya, Senin (8/2/2021).

"Ini suatu keputusan yang sangat bijak mengingat keberadaan Jakarta sebagai kota jasa, di mana ekonomi Jakarta digerakkan berbagai usaha sektor jasa yang setiap akhir pekan aktivitasnya sangat tinggi," tambah dia.

Baca juga: Kembali Jadi Komisaris Tokopedia, Wishnutama: Im Back

Ia berujar, wacana akan diterapkannya lockdown akhir pekan sempat membuat pelaku usaha di DKI Jakarta kawatir dan galau. Mengingat penerapan PSBB yang diperketat saja, pelaku usaha mengaku sudah membuat omzet sudah turun tajam.

"Apalagi kalau setiap akhir pekan ada larangan keluar rumah akan membuat pelaku usaha semakin terpuruk dan frustasi. Dengan adanya pengumuman langsung dari Gubernur DKI Jakarta pada hari Jumat 6 Januari 2021, yang memastikan tidak akan menerapkan lockdown pada akhir pekan di Ibu Kota untuk menekan penularan Covid-19, membuat pengusaha lega dan memiliki semangat untuk bertahan," kata Sarman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kata dia, pengusaha di Jakarta sudah sangat terpuruk sejak setahun terakhir dampak dari berbagai pembatasan aktivitas.

"Pak Gubernur memberikan sedikit nafas bertahan bagi pengusaha mal atau pusat perbelanjaan, pusat perdagangan, hotel, restoran, cafe, minimarket, warung, transportasi, pengelola gedung pertemuan, EO, pedagang pasar, bengkel mobil dan motor dan UKM lainnya yang menggerakkan ekonomi Jakarta di tengah pandemi Covid-19," terang Sarman.

Baca juga: Mengintip Gaji dan Tunjangan Kepala Dinas di Pemprov DKI Jakarta

Sarman menyebut, keputusan Anies sudah sangat tepat karena melihat kondisi dunia usaha sudah dalam tahap kritis. Ancaman PHK juga sudah terjadi di banyak tempat.

"Pak Gubernur dapat merasakan psikologi pengusaha saat ini yang sudah sangat di unjung tanduk, karena sudah mendekati setahun aktivitas usaha dan bisnis stagnan dengan berbagai kebijakan pembatasan," ungkap Sarman.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.