Aplikasi Kencan Melantai di Wall Street, Wanita Ini Jadi Miliarder Termuda di Dunia

Kompas.com - 15/02/2021, 09:11 WIB
Whitney Wolfe Herd, pendiri aplikasi kencan Bumble AFP/ ANGELA WEISS Whitney Wolfe Herd, pendiri aplikasi kencan Bumble

Pada sembilan bulan pertama tahun 2020, Bumble melaporkan pendapatan perusahaan sebesar 417 juta dollar AS, meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 363 juta dollar AS.

Di sisi lain, Match Group mencatatkan pendapatan yang lebih tinggi, yakni 1,7 miliar dollar AS di tahun 2020, dari yang sebelumnya 1,5 miliar dollar AS.

Whitney mendirikan Bumble di tahun 2014, setelah dirinya menggugat Tinder, yang sebelumnya menjadi tempat ia bekerja, dengan tuduhan pelecehan seksual.

Dia menyatakan bahwa mantan bos dan pacarnya, Justin Mateen, telah mengirim ancaman, teks yang menghina, dan mencabut gelar pendiri bersama di Tinder. Tinder membantah melakukan kesalahan, dan kasus itu diselesaikan dengan cepat dan rahasia.

Setelah meninggalkan Tinder, Whitney bekerja dengan Andrey Andreev, seorang miliarder Rusia yang berbasis di London yang telah membangun aplikasi kencan online yang sukses untuk pasar Eropa dan Amerika Latin, untuk memulai Bumble.

Di Bumble, pihak wanitalah yang dapat melakukan pendekatan terlebih dahulu, faktor pembeda dari Tinder dan aplikasi kencan online lainnya.

Andreev keluar dari perusahaan pada November 2019, empat bulan setelah Forbes menerbitkan penyelidikan yang menemukan dugaan adanya suasana misoginis di kantor London, di bawah kepemimpinan Andreev.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tuduhan tersebut bertentangan dengan slogan pemberdayaan wanita yang diusung Bumble.

Baca juga: Punya 2 Bitcoin? Selamat, Anda Kini Miliarder...

Perusahaan menyangkal sebagian besar tuduhan, dan meluncurkan penyelidikan internal yang dipimpin oleh firma hukum ketenagakerjaan Inggris Doyle Clayton.

Hasil pemeriksaan internal menyimpulkan, tuduhan utama yang dibuat oleh artikel Forbes, yakni terdapat suasana misoginis di kantor London tidak benar.

Meski demikian, investigasi memang mengidentifikasi sejumlah kecil karyawan saat ini dan mantan karyawan yang merasa ada unsur seksisme di perusahaan tersebut.

Perusahaan ekuitas swasta Blackstone Group turun tangan untuk membeli saham Andreev pada November 2020. Di dalam kesempatan tersebut, Blackstone membeli Bumble di harga 3 miliar dollar AS.

Baca juga: Bocoran Perusahaan Teknologi IPO Kuartal 1 2021, Unicorn?


Halaman:


Sumber Forbes
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X