Rupiah Ditutup Menguat Terdorong Optimisme Penurunan Kasus Covid-19

Kompas.com - 23/02/2021, 16:01 WIB
Ilustrasi rupiah ShutterstockIlustrasi rupiah
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS ditutup menguat di pasar spot pada Selasa (23/2/2021).

Melansir Bloomberg, rupiah menguat 25 poin (0,18 persen) pada level Rp 14.092 per dollar AS dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 14.118 per dollar AS.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, pergerakan rupiah hari ini terdorong oleh optimisme penekanan laju kenaikan kasus Covid-19 di tanah air dengan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Hasil kerja keras Pemerintah dan masyarakat tentang penanggulangan pandemi Covid-19 perlu mendapat apresiasi dari masyarakat, karena tanpa kerja keras pejabat pemerintah tidak mungkin regulasi akan berjalan dengan baik,” ujar Ibrahim dalam siaran pers.

Vaksinansi yang gencar dilakukan pemerintah juga dinial akan berdampak positif terhadap kesehatan masyarakat. Apalagi WHO sudah mencanangkan kemungkinan besar di tahun 2022 Covid-19 akan sirna.

Baca juga: IHSG Ditutup Menguat, Saham TLKM Paling Laris Diborong Asing

Maka dari itu, pemerintah menggelontorkan dana PEN cukup besar di awal tahun 2021 sebesar Rp 700 triliun, yang berfokus pada Kesehatan, vaksinansi, Bansos, BLT dan UMKM.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anggaran tersebut diharapkan bisa menggerakan ekonomi dan mendongkrak konsumsi masyarakat sehingga berdampak positif untuk pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2021.

Sementara itu dorongan dari eksternal berasal dari investor yang menunggu kesaksian dari Ketua Dewan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell terhadap meningkatnya kekhawatiran inflasi, dan menimbang prospek paket stimulus AS yang besar mendekati persetujuan.

Laporan tengah tahunan Powell akan dipantau untuk panduan kebijakan lebih lanjut dan penilaiannya terhadap pemulihan. Sementara itu, Komite Anggaran DPR mengajukan undang-undang bantuan pandemi senilai 1,9 triliun dollar AS dari Presiden Joe Biden, menetapkannya untuk disahkan oleh majelis rendah pada akhir minggu ini.

“Pasar kembali fokus pada ekspektasi inflasi yang meningkat dan potensi stimulus ekonomi yang besar,” kata Ibrahim.

Baca juga: Penerima Subsidi Gaji Tak Bisa Jadi Peserta Kartu Prakerja

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.