[TREN KESEHATAN KOMPASIANA] Setahun Covid-19 di Indonesia | Vaksinasi dan Herd Immunity | Pengalaman Donor Plasma Konvalesen

Kompas.com - 03/03/2021, 19:19 WIB
Siswa-siswi SPM Negeri 1 Tebing Tinggi Timur, Sungai Tohor, Kepulauan Meranti, Riau mengikuti sekolah tatap muka Sabtu (13/2/2021). Sejak Januari sekolah ini sudah menerapkan pembelajaran tatap muka dengan sistem shift. Di Sungai Tohor, hingga saat ini belum ditemukan kasus positif Covid-19. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOSiswa-siswi SPM Negeri 1 Tebing Tinggi Timur, Sungai Tohor, Kepulauan Meranti, Riau mengikuti sekolah tatap muka Sabtu (13/2/2021). Sejak Januari sekolah ini sudah menerapkan pembelajaran tatap muka dengan sistem shift. Di Sungai Tohor, hingga saat ini belum ditemukan kasus positif Covid-19.

KOMPASIANA---Sudah genap satu tahun pandemi covid-19 melanda Indonesia. Waktu yang tidak sebentar, tapi pelajaran apa yang bisa kita dapatkan?

Penularannya masih terjadi hingga sekarang, vaksinasi covid-19 juga dijalankan, hingga pengembangan vaksin terus dikembangkan.

Satu-satunuya yang bisa kita andalkan saat ini, barangkali, adalah tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pada akhirnya kita menjalankan perubahan perilaku yang jadi pondasi utama dalam usaha menghentikan penularan virus covid-19 ini.

Untuk terus memberikan kewaspadaan dan tetap disiplin, berikut 4 konten terkait setahun berjalannya pandemi covid-19 di Indonesia: dari ditemukannnya kasus pertama hingga pengalaman mendonorkan plasma konvalesen.

1. Setahun Covid-19 di Indonesia: iawali Sikap Meremehkan, Diiringi Disorientasi, Dikado Virus Mutasi

Saat diumumkannya pasien 1 dan pasien 2 oleh Presiden Joko Widodo yang terjangkit covid-19, itulah jadi awal bahwa virus tersebut sudah masuk Indonesia.

Kompasianer Hendra Wardhana menulis, itulah hari yang kita terima sebagai awal dimulainya pertarungan melawan Covid-19 di Indonesia. Kemudian, pada 11 Maret 2020, pandemi dideklarasikan oleh WHO.

Jika mengingat lagi ke belakang apa yang sudah terjadi selama satu tahun ini, Kompasianer Hendra Wardhana menjelaskan ada 4 hal yang kentara tentang bagaimana kita melihat pandemi covid-19.

"Kerja keras yang menghabiskan banyak tenaga, biaya, waktu, dan juga mengorbankan banyak nyawa, telah ditempuh selama perang melawan Covid-19 setahun ini," tulisnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X