Kompas.com - 04/03/2021, 20:32 WIB
Direktur Jenderal Indusri, Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih (kiri). Dok. Kementerian PerindustrianDirektur Jenderal Indusri, Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih (kiri).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali membuka pendaftaran Indonesia Good Design Selection (IGDS) tahun ini.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, IGDS merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap pengembangan desain produk industri di Indonesia

Pendaftaran IGDS 2021 akan berlangsung pada 4 Maret 2021 hingga 31 Mei 2021 di laman igds.kemenperin.go.id. Rangkaian IGDS 2021 dimulai dengan sosialisasi, seleksi administrasi, penjurian tahap satu hingga tahap ketiga, serta puncak acara pemberian anugerah.

"Indonesia Good Design Selection Tahun 2021 yang penyelenggaraannya telah menginjak tahun ke-18 ini mengusung tema Produk Indonesia Berkarakter, yang diharapkan mampu mencerminkan karakter positif berbagai jenis Industri di Indonesia," ujar Gati, Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Baca juga: Cerita di Balik Jokowi Gaungkan Benci Produk Luar Negeri

"IGDS juga akan mendorong peningkatan kualitas dan manfaat produk untuk masyarakat dan mampu mengangkat nilai-nilai budaya lokal yang diterima oleh pasar domestik dan global sebagai solusi berkelanjutan," sambungnya.

IGDS telah melalui perjalanan panjang dalam menghadirkan kekayaan desain produk industri Indonesia. Peserta IGDS tiap tahunnya terus meningkat, dari 99 produk pada tahun 2016, 243 produk pada tahun 2017, 333 produk pada tahun 2019, dan 386 produk pada tahun 2020.

Desain produk memberikan nilai tambah yang signifikan pada produk itu sendiri. Global Industrial Design Market 2020 Research Report menyatakan bahwa nilai pasar global dari desain produk industri sangatlah besar.

Pada tahun 2019 nilai tersebut tercatat mencapai 45,38 miliar dollar AS dan akan mencapai 65,41 miliar dollar AS pada akhir tahun 2026, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 5,3 persen selama tahun 2021–2026.

China menjadi pangsa pasar terbesar, diikuti dengan Eropa dan Amerika bagian Utara. Fakta tersebut menunjukkan besarnya peluang di sektor desain industri yang dapat dimaksimalkan. Untuk memanfaatkan peluang tersebut dibutuhkan kolaborasi yang tepat antara pemerintah, desainer, pelaku bisnis dan industri.

"Masa depan desain produk industri di Indonesia, baik dalam bentuk produk jadi maupun produk konsep, merupakan milik bersama yang harus kita jaga dan pelihara dengan baik. Untuk itu, Kementerian Perindustrian memberikan pengakuan dalam bentuk melalui sertifikat, trofi, penggunaan logo dan fasilitasi pengembangan produk kepada para desainer terbaik," tuturnya.

Baca juga: Tinggalkan Bank lalu Pilih KAI, Ini Ternyata Alasan Jonan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X