MenkopUKM: Tingkat Kepercayaan Masyarakat Kepada Koperasi Semakin Meningkat

Kompas.com - 16/03/2021, 15:00 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Coffee Talk MenkopUKM dan Lewi's Organics sekaligus Pengukuhan 200 Master Mentor SIGAP UMKM, Kamis, (11/3/2021). DOKUMENTASI HUMAS KEMENKOP UKMMenteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Coffee Talk MenkopUKM dan Lewi's Organics sekaligus Pengukuhan 200 Master Mentor SIGAP UMKM, Kamis, (11/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, tingkat kepercayaan masyarakat kepada koperasi terus naik.

Hal ini, menurut dia, menjadi bekal bagus bagi koperasi untuk memberikan sumbangan lebih signifikan terhadap perekonomian nasional dan diharapkan kontribusi koperasi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) bisa naik menjadi 5,5 persen pada 2024 dibanding saat ini 5,2 persen.

"Saya memberikan apresiasi kepada koperasi yang melakukan RAT tepat waktu yang akan membuat tingkat kepercayan masyarakat akan naik. Khususnya, kepada KSP Kodanua yang merupakan koperasi grade A yang secara disiplin melakukan RAT tiga tahun berturut-turut," ujar Teten saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke 43 Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kodanua Tahun Buku 2020, mengutip siaran resminya, Selasa (16/3/2021).

Baca juga: Digandeng Teten, Apotek Kimia Farma Bakal Jual Produk UMKM

Teten berpendapat, pandemi Covid-19 memang memberikan dampak pada perekonomian nasional, termasuk koperasi.

“Namun, satu hal yang saya syukuri, waktu di awal-awal pandemi ada ketakutan terjadi rush money atau penarikan dana secara masif. Kebetulan saat itu ada beberapa koperasi besar yang gagal bayar. Tapi alhamdulillah itu tak terjadi, apalagi setelah para pengurus menunjukkan bahwa aset yang dimiliki koperasi mencukupi," ungkap Teten.

Teten mengatakan, koperasi di Indonesia sudah cukup baik dan menunjukkan azas kekeluargaan yang menjadi pilar koperasi serta kepercayaan masyarakat dan sangat penting dalam menghadapi masa masa sulit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat ini tingkat pengangguran meningkat, kesejahteraan masyarakat menurun, omzet usaha juga turun. Hal-hal seperti ini yang mungkin harus kita hadapi bersama-sama dan ini bukan di Indonesia saja, tapi juga di banyak negara," kata dia.

Teten menambahkan, dibandingkan negara lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih lebih baik. 

Baca juga: Ada Holding Ultramikro, Pembiayaan ke UMKM Lebih Variatif

 Menurut dia, Indonesia diprediksi Indonesia yang paling cepat dalam proses pemulihan, asalkan vaksinasi yang tengah dilakukan saat ini terselenggara dengan baik.

Teten menambahkan, Pemerintah menilai pada kuartal 1 dan 2 tahun 2021 ini, ekonomi belum normal.

Karena itu, program tahun 2020 akan dilanjutkan pada tahun 2021 yang merupakan tahun pemulihan ekonomi.

“Kuncinya adalah sejauh mana kita bisa mengatasi Covid-19. Tahun ini juga awal pelaksanaan UU Cipta Kerja berikut dengan PP Nomor 7 Tahun 2021 untuk implementasinya. Saya optimis ini akan bisa mengakselerasi pertumbuhan Koperasi dan UMKM di Indonesia," tegas Teten.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.