Mengenal Arti Resesi: Penyebab, Dampak, dan Contoh Resesi Indonesia

Kompas.com - 21/03/2021, 09:14 WIB
Ilustrasi resesi, resesi adalah, resesi ekonomi adalah, resesi ekonomi, resesi indonesia, resesi artinya, arti resesi, apa itu resesi, pengertian resesi Shutterstock/GguyIlustrasi resesi, resesi adalah, resesi ekonomi adalah, resesi ekonomi, resesi indonesia, resesi artinya, arti resesi, apa itu resesi, pengertian resesi

JAKARTA, KOMPAS.com - Resesi ekonomi atau biasa hanya disebut resesi adalah periode saat terjadi penurunan roda perekonomian yang ditandainya dengan melemahnya produk domestik brotu (PDB) selama dua kuartal berturut-turut (apa itu resesi).

Resesi ekonomi adalah juga ditandai dengan kenaikan tingkat pengangguran, penurunan penjualan ritel, dan terjadinya kontraksi di pendapatan manufaktur untuk periode waktu yang panjang. Resesi Indonesia pernah terjadi di tahun 1998.

Dengan kata lain, resesi ekonomi adalah pelambatan atau kontraksi besar dalam kegiatan ekonomi. Sementara itu mengutip The Balance, resesi artinya penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi yang berlangsung dalam beberapa bulan, umumnya dalam tiga bulan lebih

Sejumlah indikator yang bisa digunakan suatu negara dalam keadaan arti resesi antara lain terjadi penurunan pada PDB, merosotnya pendapatan riil, jumlah lapangan kerja, penjualan ritel, dan terpuruknya industri manufaktur.

Baca juga: Apa Itu Inflasi? Ini Definisi, Penyebab, dan Dampaknya ke Masyarakat

Pengertian resesi juga lazim untuk pertumbuhan ekonomi bisa sampai 0 persen, bahkan minus dalam kondisi terburuknya. Pertumbuhan ekonomi selama ini jadi indikator utama dalam mengukur perkembangan dan kemajuan suatu negara. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi diwakili oleh naiknya PDB.

Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Beberapa variabel tersebut berupa faktor eksternal yang berada di luar kendali, seperti gejolak ekonomi global dan mekanisme pasar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagian kalangan menyebut negara bisa dikatakan mengalami resesi ketika pertumbuhan PDB sudah negatif dalam dua kuartal berturut-turut atau lebih. Namun resesi bisa saja terjadi terjadi sebelum laporan PDB triwulan dirilis.

Dampak resesi ekonomi

Tetapi mengutip keterangan National Bureau of Economic Research (NBER), secara umum apa itu resesi terjadi ketika negara masuk dalam periode jatuhnya aktivitas ekonomi, tersebar di seluruh sektor ekonomi, dan sudah berlangsung selama lebih dari beberapa bulan, umumnya lebih dari 3 bulan.

Baca juga: Apa Itu Deflasi: Pengertian, Penyebab, Dampak Buruk, dan Contohnya

Dampak ekonomi saat terjadi resesi adalah sangat terasa dan efeknya bersifat domino pada kegiatan ekonomi. Contohnya, ketika investasi anjlok saat resesi, secara otomatis akan mengilangkan sejumlah lapangan pekerjaan yang membuat angka PHK naik signifikan.

Produksi atas barang dan jasa juga merosot sehingga menurunkan PDB nasional. Jika tak segera diatasi, efek domino resesi akan menyebar ke berbagai sektor seperti macetnya kredit perbankan hingga inflasi yang sulit dikendalikan, atau juga sebaliknya terjadi deflasi.

Lalu neraca perdagangan yang minus dan berimbas langsung pada cadangan devisa. Dalam skala riilnya, banyak orang kehilangan rumah karena tak sanggup membayar cicilan, daya beli melemah. Lalu banyak bisnis terpaksa harus gulung tikar.

Perbedaan resesi dan depresi ekonomi

Bisa dikatakan tidak ada definisi standar terkait perbedaan resesi dengan depresi ekonomi. Tetapi, depresi ekonomi biasanya digambarkan sebagai kondisi lebih parah anjloknya perekonomian dan berlangsung dalam wkatu yang sangat lama atau berbulan-bulan lamanya.

Baca juga: Koperasi Simpan Pinjam: Pengertian, Contoh, dan Fungsinya

Dikutip dari Fortune, perbedaan depresi ekonomi dan resesi adalah bisa dilihat dari level penurunan PDB dan jangka waktunya. Depresi artinya memburuknya kondisi ekonomi yang lebih parah daripada resesi.

Resesi artinya terjadi saat PDB turun di kisaran minus 0,3 sampai 5,1 persen. Sementara depresi penurunan PDB berada di level minus 14,7 persen hingga 38,1 persen.

Jika dilihat dari jangka waktunya, lamanya arti resesi berlangsung selama minimal dua kuartal berturut-turut hingga 18 bulan lamanya. Sementara depresi ekonomi bisa berlangsung lebih dari 18 bulan.

Secara riil di lapangan, depresi bisa dilihat saat angka pengangguran meningkat karena pertumbuhan ekonomi yang minus dalam waktu yang panjang.

Baca juga: Mengenal Koperasi: Pengertian, Jenis, Asas, dan Fungsinya

Dilihat dari skalanya, pengertian resesi dan depresi ekonomi juga berbeda. Resesi adalah seringkali terbatas pada satu negara. Sedangkan depresi biasanya cukup parah dan bisa berdampak secara global.

Resesi Indonesia pernah terjadi di tahun 1998 yang berujung pada tumbangnya kekuasaan Presiden Soeharto atau Orde Baru. Resesi Indonesia terbaru yakni tahun 2021 atau setelah PDB merosot dalam kuartal berturut-turut usai diterpa pandemi Covid-19.

Baca juga: Mengenal Bapak Koperasi Indonesia dan Sejarah Lengkapnya

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.