Pemerintah Jamin Penyiapan Fasilitas Ekonomi Digital di Indonesia

Kompas.com - 24/03/2021, 06:47 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto berfoto bersama penerima bantuan Program Kartu Prakerja di gedung Ali Wardhana, Kemenko Perekonomian, Jakarta (15/12/2020) DOK. YouTube Kompas.comMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto berfoto bersama penerima bantuan Program Kartu Prakerja di gedung Ali Wardhana, Kemenko Perekonomian, Jakarta (15/12/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah telah menyiapkan berbagai kemudahan maupun fasilitas infrastruktur komunikasi untuk mendukung pelaksanaan transformasi ekonomi digital di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan penyiapan fasilitas itu berupa infrastruktur 4G serta penyediaan kabel fiber optik.

"Pemerintah juga mendorong satelit multifungsi, karena di beberapa daerah misalnya di wilayah timur, lebih efektif dan efisien menggunakan satelit," kata dia dilansir dari Antara, Selasa (24/3/2021).

Ia menambahkan pemerintah juga telah menyiapkan pusat data untuk mendukung kebijakan one map policy dan one data policy serta mendorong perpindahan pusat cloud data dari Singapura ke Batam, Indonesia.

Baca juga: Menko Airlangga Sebut Jaringan 5G Bakal Segera Tersedia di Indonesia

Terkait kawasan ekonomi khusus digital yang disiapkan di Batam, pemerintah telah menyiapkan listrik 420 MegaWatt untuk operasional pusat data tersebut agar integrasi data tidak mengalami hambatan dari segi pasokan listrik.

Airlangga juga mengatakan persiapan penggunaan teknologi 5G untuk mendukung pelaksanaan industri 4.0 atau era otomatisasi perlu diupayakan meski biaya layanan tersebut diperkirakan bisa lebih mahal daripada 4G.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pemerintah akan menyiapkan prototipe-prototipe, meski kita ketahui 5G biaya servisnya akan lebih tinggi. Tentunya dengan adanya produktivitas dan automatisasi, kalangan industri mampu untuk melakukan menggunakan fasilitas 5G tersebut," kata dia.

Namun, ia mengakui penyiapan layanan maupun teknologi terkait tersebut tergantung dari kondisi geopolitik, apalagi Indonesia merupakan pasar digital terbesar yang mempunyai potensi nilai e-commerce terbanyak di ASEAN.

Baca juga: Menko Airlangga Yakin 2021 Jadi Titik Balik Perekonomian Indonesia

Airlangga memastikan penyiapan layanan ekonomi digital ini penting mengingat sektor informasi dan komunikasi memiliki kontribusi terhadap perekonomian Indonesia karena mampu bertahan di tengah kontraksi pada 2020.

"Pertumbuhan sektor informasi dan komunikasi dalam tiga kuartal di tengah pandemi itu, positif terus. Kalau kita lihat, ini punya daya tahan yang tinggi, sehingga ini tentunya bisa menjadi akselerator pengungkit rebound-nya ekonomi Indonesia," kata Airlangga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.