Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simak Tips Investasi Saham untuk Investor Pemula

Kompas.com - 25/03/2021, 14:41 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Para investor pemula perlu mempersiapkan diri saat memutuskan untuk berinvestasi saham. Sebab harga saham bisa melonjak dengan cepat, tetapi bisa juga anjlok dengan cepat.

Technical Analyst Mandiri Sekuritas Hadiyansyah menjelaskan, menghadapi kondisi pasar yang sedang bearish (turun), ada baiknya jika investor pemula mempersiapkan diri dengan mengoleksi saham-saham yang fundamentalnya baik.

“Untuk pemula sebaiknya memilih saham-saham LQ45 atau blue chip, jangan pilih saham yang kapitalisasinya kecil,” kata Hadi dalam virtual konferensi, Kamis (25/3/2021).

Menurut Hadi, saat ini kebanyakan pemain saham pemula ikut-ikutan dalam membeli saham. Apalagi setelah melihat kenaikan harga saham yang cukup tinggi. Padahal, saham-saham LQ45 memiliki peluang bullish dan mengikuti kondisi pasar.

“Kebanyakan investor pemula melihat saham naik tinggi ikutan beli. Membeli LQ45, kalaupun salah pilih saham dan enggak mau cut loss, saham LQ45 akan naik lagi kok cuma rugi waktu. Kedua, tetap harus lihat trennya. Tren besar IHSG seperti apa? kalau lagi bearish tunggu dulu, ketika bullish baru masuk,” kata dia.

Baca juga: Wanita Ini Temukan Mutiara Oranye Bernilai Miliaran Rupiah di Makan Siangnya

Hadi bilang, kebanyakan investor yang mmemulai investasi tahun 2020 mendapatkan untung. Tapi ada juga yang mengalami rugi karena tidak tahu kapan harus jual lagi. Tidak sedikit investor pemula ini membeli saham hanya berdasarkan ikut-ikutan atau secara kebetulan saja.

“Makanya untuk pemula ini saya sarankan untuk belajar baik fundamental maupun teknikal. Masih banyak investor pemula yang mengira beli saham itu akan selalu mendapatkan untung, padahal membeli saham juga ada risiko kerugian,” ucapnya.

Hadi menyarankan, ketika investor akan memilih saham, sebaiknya menggunakan analisis fundamental. Sedangkan untuk menentukan timing jual belinya menggunakan analisa teknikal.

Menurut Hadi, di tahun 2021, kemungkinan besar IHSG akan relatif bergerak sideways. Sementara untuk beberapa bulan ke depan, IHSG akan menguji level 6.000.

Ia mengatakan, bila IHSG tidak bisa kembali ke level 6.200 pada akhir Maret 2021, maka kemungkinan IHSG akan sideways dalam beberapa bulan ke depan.

Baca juga: 16 Juta Dosis Vaksin Sinovac Datang Lagi, Sri Mulyani: Menambah Confidence Jumlah Vaksinasi di Berbagai Daerah

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sumur Migas di Lepas Pantai Karawang Jawa Barat Siap Dioperasikan

Sumur Migas di Lepas Pantai Karawang Jawa Barat Siap Dioperasikan

Whats New
Pemkab Lamongan Salurkan BPJS Ketenagakerjaan kepada 8.000 Nelayan

Pemkab Lamongan Salurkan BPJS Ketenagakerjaan kepada 8.000 Nelayan

Whats New
Mentan SYL: Badan Karantina Pertanian Bukan Penjaga Pintu, Mereka 'Energizer' Ekspor dan Impor

Mentan SYL: Badan Karantina Pertanian Bukan Penjaga Pintu, Mereka "Energizer" Ekspor dan Impor

Rilis
Hampir Rampung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Beroperasi Juli 2023

Hampir Rampung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Beroperasi Juli 2023

Whats New
Ramai Belanja Pakai Voucher Dibatalkan Otomatis, Ini Penjelasan Tokopedia

Ramai Belanja Pakai Voucher Dibatalkan Otomatis, Ini Penjelasan Tokopedia

Whats New
Komisi IV DPR RI Sidak Pabrik Arang di Batam yang Bahan Bakunya dari Mangrove

Komisi IV DPR RI Sidak Pabrik Arang di Batam yang Bahan Bakunya dari Mangrove

Whats New
Anak Buah Luhut Tak Setuju soal Food Estate Humbahas Dianggap Gagal

Anak Buah Luhut Tak Setuju soal Food Estate Humbahas Dianggap Gagal

Whats New
Harga Tiket Kereta Api Dikeluhkan Mahal, KAI: Harganya Bersifat Fluktuatif, Menyesuaikan Permintaan Pelanggan

Harga Tiket Kereta Api Dikeluhkan Mahal, KAI: Harganya Bersifat Fluktuatif, Menyesuaikan Permintaan Pelanggan

Whats New
Food Estate Humbahas Dinilai Belum Optimal, Kementan: Bukan Lahan Tidak Subur, Tapi Butuh Perlakuan Khusus

Food Estate Humbahas Dinilai Belum Optimal, Kementan: Bukan Lahan Tidak Subur, Tapi Butuh Perlakuan Khusus

Whats New
BUMN Indofarma Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3-S1, Simak Kualifikasinya

BUMN Indofarma Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3-S1, Simak Kualifikasinya

Whats New
DPR RI Nilai Pengembangan Food Estate Humbahas Belum Optimal

DPR RI Nilai Pengembangan Food Estate Humbahas Belum Optimal

Whats New
Catat, Pengangguran, Korban PHK hingga Pekerja Bisa Ikut Program Kartu Prakerja

Catat, Pengangguran, Korban PHK hingga Pekerja Bisa Ikut Program Kartu Prakerja

Work Smart
Viral Video Petani Buang-buang Tomat, Kementan: Itu Bukan Petani, Tapi Pedagang

Viral Video Petani Buang-buang Tomat, Kementan: Itu Bukan Petani, Tapi Pedagang

Whats New
Antisipasi Ancaman Krisis pada 2023, Sri Mulyani Pastikan Dukungan Fasilitas dan Insentif untuk Pelaku Usaha

Antisipasi Ancaman Krisis pada 2023, Sri Mulyani Pastikan Dukungan Fasilitas dan Insentif untuk Pelaku Usaha

Whats New
Membaca Arah Kebijakan Kendaraan Listrik

Membaca Arah Kebijakan Kendaraan Listrik

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+