Menakar Masa Depan Bisnis Penerbangan RI, Kapan Kembali Normal?

Kompas.com - 27/03/2021, 15:10 WIB
Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja mengatakan, industri penerbangan telah menjalankan protokol kesehatan dengan ketat sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perhubungan, Jumat (14/8/2020) KOMPAS.COM/MEI LEANDHA ROSYANTIKetua Umum INACA Denon Prawiraatmadja mengatakan, industri penerbangan telah menjalankan protokol kesehatan dengan ketat sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perhubungan, Jumat (14/8/2020)

Kemudian pada FGD sesi ketiga menghadirkan pembicara dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Luar Negeri dengan pembahasan seputar masalah transportasi, perizinan di daerah dan juga kerja sama penerbangan dengan negara lain.

"Dan pada FGD sesi empat yang terakhir nanti kami akan membahas hasil dari resume semua pembicara yang ada di setiap FGD yang telah dilakukan. Nanti akan dibacakan kesimpulan dari para pembicara kapan kondisi dunia penerbangan nasional akan kembali normal. Segera akan kita umumkan dalam waktu dekat," katanya.

Baca juga: INACA: Jumlah Pergerakan Pesawat dan Penumpang Mulai Tumbuh

Momentum penting pemulihan lewat vaksinasi

Terkait hal ini pula, Ketua Dewan Pembina INACA, Irfan Setiaputra, menambahkan bahwa upaya pemulihan sektor industri penerbangan nasional yang saat ini dalam kondisi yang penuh dengan tantangan membutuhkan sinergitas dan soliditas seluruh ekosistem industri penerbangan.

Sinergitas itu diwujudkan salah satunya berkenaan dengan upaya pemulihan industri melalui momentum vaksinasi nasional.

Menurut Irfan, momentum vaksinasi tidak dapat dipungkiri menjadi salah satu turning point tersendiri dalam upaya meningkatkan confident dan trust masyarakat terhadap transportasi publik khususnya transportasi udara.

Hal tersebut tentunya dengan tetap disertai dengan komitmen penerapan protokol kesehatan secara konsisten pada seluruh lini operasional penerbangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami sangat mengapresiasi langkah yang telah dilakukan oleh Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan yang turut memprioritaskan pemberian vaksinasi untuk pekerja industri penerbangan,” kata pria yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia itu.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Penerbangan Garuda ke Bali Pakai Pesawat Badan Lebar

“Karena di tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini aspek safety merupakan prioritas utama yang menjadi pertimbangan masyarakat untuk melakukan perjalanan dengan sarana transportasi udara," sambungnya.

Namun demikian, tambahnya, aspek safety itu sendiri merupakan sebuah persepsi bagi setiap individu, sehingga penting bagi industri penerbangan untuk saling berkolaborasi dalam membangun awareness masyarakat melalui serangkaian program sosialisasi serta penyesuaian fasilitas dan layanan dengan tujuan memastikan safety pengguna jasa terjaga dengan baik.

Irfan juga mengatakan melalui dukungan yang diberikan oleh pemerintah terhadap aspek kesehatan para pekerja industri penerbangan yang diiringi dengna kesiapan industri penerbangan memasuki era kenormalan baru saat ini, diharapakan turut mendorong bangkitnya aktivitas sosial ekonomi dan pariwisata di Tanah Air.

Pasalnya, kata Irfan, industri penerbangan merupakan salah satu kontributor utama perekonomian nasional di mana industri penerbangan menyumbang lebih dari 2,6 persen produk domestik bruto (PDB) serta menyediakan sekitar 4,2 juta tenaga kerja.

Baca juga: Profil Fuad Rizal: Bos Konsorsium Pelabuhan Patimban, Eks Dirkeu dan Plt Dirut Garuda

Sehingga dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional, industri penerbangan nasional membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.