Pasca-Reshuffle Kabinet Indonesia Maju, Siapa Menteri Dengan Persepsi Paling Positif?

Kompas.com - 14/04/2021, 19:30 WIB
Presiden Joko Widodo (berdiri) didampingi Wapres Ma'ruf Amin (keempat kanan) mengumumkan enam orang calon menteri baru di Kabinet Indonesia Maju Jilid 2 di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/12/2020). Keenam orang calon menteri hasil kocok ulang (reshuffle) tersebut antara lain Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial, Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama, Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan, Sandiaga Salahudin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta M Lutfi sebagai Menteri Perdagangan. ANTARA FOTO/LAILY RACHEVPresiden Joko Widodo (berdiri) didampingi Wapres Ma'ruf Amin (keempat kanan) mengumumkan enam orang calon menteri baru di Kabinet Indonesia Maju Jilid 2 di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/12/2020). Keenam orang calon menteri hasil kocok ulang (reshuffle) tersebut antara lain Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial, Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama, Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan, Sandiaga Salahudin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta M Lutfi sebagai Menteri Perdagangan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia Indicator (I2) yang merupakan salah satu perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan peranti lunak kecerdasan buatan (AI), melalui surveinya mencatatkan ada 10 menteri yang mendapatkan ekspos pemberitaan positif tertinggi dari total 36 menteri dan kepala lembaga setingkat menteri.

Kepala Divisi Riset Indonesia Indicator, Fanny Chaniago mengungkapkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo merupakan menteri di posisi pertama yang memiliki persentase berita positif tertinggi.

"Untuk persentasenya ada sebesar 56 persen berita positif. Walaupun secara jumlah berita positif, Syahrul Yasin Limpo berada di urutan ke-8 (6.709 berita)," ujar Fanny melalui siaran persnya yang dikutip Kompas.com, Rabu (14/4/2021).

Baca juga: Ngabalin Sebut Jokowi Segera Lantik Menteri Dikbud/Ristek dan Menteri Investasi

Fanny merincikan dalam catatannya, kinerja Mentan dan Kementan kerap mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, seperti dalam pendampingan petani milenial, peningkatan pemasaran hasil hortikultura, pembangunan ketahanan pangan, stabilisasi harga keledai, petani milenial, dan komitmen penyerapan gabah petani.

“Media juga banyak memberitakan sejumlah pihak yang mengapresiasi kinerja Mentan, mulai dari pelaku usaha seperti perajin tahu tempe, ekonom Faisal Basri, hingga legislatif seperti Komisi IV DPR dan Komite II DPD,” jelas dia.

Fanny mengatakan, setelah Menteri Syahrul, disusul oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebesar 48 persen, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin 47 persen, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono 47 persen, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir 47 persen.

Pada peringkat selanjutnya adalah Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan jumlah persentase sebesar 43 persen, Menteri Keuangan Sri Mulyani 42 persen, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi 40 persen dan kemudian Menteri Sosial Tri Rismaharini 38 persen.

Baca juga: Diskon Tarif Listrik Dipangkas, Ini Langkah PLN Agar Pelanggan Tidak Kaget

Perlu diketahui, riset ini diambil dengan rentang waktu 24 Desember 2020-12 April 2021 atau sejak momentum reshuffle Kabinet Indonesia Maju yang pertama pada 23 Desember 2020 lalu.

“Riset ini menganalisisi data pemberitaan sebanyak 4.655.176 berita yang berasal dari 5.963 media online berbahasa Indonesia, dari media online nasional hingga media online lokal. Kemudian dengan menggunakan kata kunci nama menteri, sistem kecerdasan buatan mengidentifikasi pemberitaan mengenai figur menteri, dan sekaligus mengenali pemberitaan yang memiliki konten-konten positif,” jelas Fanny.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X