Mengenal Prinsip Bank Syariah yang Berlaku di Aceh

Kompas.com - 15/04/2021, 10:36 WIB
Masjid Baiturrahman di Banda Aceh. SHUTTERSTOCK/R.A. KARAMULLAHMasjid Baiturrahman di Banda Aceh.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak akan ada lagi layanan Bank BRI di Aceh pada akhir tahun ini. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) akan menutup seluruh operasional di Aceh.

Penutupan Bank BRI di Aceh ini dalam rangka menindaklanjuti penerapan Qanun Lembaga Keuangan Syariah nomor 11 tahun 2018. Semua portofolio dan layanan perbankan bank pelat merah ini dialihkan kepada Bank Syariah Indonesia (BSI). 

BRI telah menerima Izin Prinsip Penutupan 11 Kantor Cabang dan Kantor Wilayah, tetapi masih menunggu Izin Pelaksanaan Penutupan dari OJK Jakarta.

Proses pengalihan telah berlangsung sejak bulan Juli 2019 dan berakhir pada bulan Desember 2020. Hampir seluruh portofolio pinjaman dan simpanan Bank BRI telah dialihkan.

Baca juga: Memahami Cara Kerja Bank Syariah yang Diklaim Bebas Riba dan Halal

Dengan diberlakukannya Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS), provinsi dengan sebutan Serambi Mekkah itu tak lagi mengenal skema bunga berbunga dalam praktik perbankan konvensional yang digolongkan sebagai praktik riba.

"Lembaga keuangan yang beroperasi di Aceh berdasarkan prinsip syariah," bunyi Pasal 2 ayat (1) Qonun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara dalam ayat 2 di pasal yang sama disebutkan, semua akad keuangan di Aceh harus menggunakan prinsip syariah.

Dalam pasal 6 dijelaskan, Qonun ini berlaku untuk setiap orang yang beragam Islam yang bertempat tinggal di Aceh dan juga badan hukum yang melakukan transaksi keuangan di Aceh.

Baca juga: Pinjaman Online Syariah Bebas Riba, Apa Saja Syaratnya?

Sementara bagi non-muslim bisa mengikatkan diri dengan regulasi Qanun tersebut. Selain itu, Qanun juga berlaku untuk perorangan atau badan usaha yang melakukan transaksi keuangan dengan pemda, baik provinsi maupun kabupaten/kota.

Qanun lembaga keuangan syariah tersebut sebenarnya sudah mulai berlaku sejak 4 Januari 2019.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X