Kemenhub Dukung Polisi Tindak Mafia yang Loloskan WNI dari India di Bandara Soekarno-Hatta

Kompas.com - 29/04/2021, 08:31 WIB
Warga negara India menunjukkan identitas saat dipulangkan kembali ke India oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (25/4/2021) Dok Humas Imigrasi Kelas I TPI Bandara Soekarno-HattaWarga negara India menunjukkan identitas saat dipulangkan kembali ke India oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (25/4/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan mendukung langkah tegas dari pihak kepolisian terhadap oknum mafia di Bandara Soekarno-Hatta yang meloloskan WNI yang baru tiba dari India tanpa proses karantina.

"Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I yang merupakan bagian dari Ditjen Perhubungan Udara dan membawahi wilayah kerja Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, siap bekerja sama untuk kelancaran proses investigasi," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/4/2021).

Novie menambahkan, Kantor Otoritas Bandara Wilayah I Soekarno-Hatta dalam penerbitan pas bandara telah melalui tahapan yang ketat.
Hal tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 33 Tahun 2015 tentang Pengendalian Jalan Masuk (Access Control) Ke Daerah Keamanan Terbatas Di Bandar Udara.

Adapun tahapan dalam penerbitan pas bandara, yakni sebagai berikut:

1. Instansi mengajukan permohonan akun dan kuota pas bandara yang diberikan

2. Dilakukan evaluasi terhadap permohonan (area dan kuota yang diajukan)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

3. Setelah instansi mendapatkan akun, instansi mengajukan permohonan pas bandara secara online dengan persyaratan :

a.Surat pernyataan dari atasan di tempat pemohon bekerja

b.Daftar riwayat hidup

c. Identitas diri (KTP, paspor atau KITAS)

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X