Komisaris Garuda Peter Gontha Minta Gajinya Ditangguhkan

Kompas.com - 02/06/2021, 12:39 WIB
Peter Frans Gontha di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (25/3/2019) Kompas.com/YOGA SUKMANAPeter Frans Gontha di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (25/3/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Peter Gontha lewat akun resmi Instagramnya meminta kepada manajemen Garuda agar menghentikan pembayaran honorium.

Permintaan tersebut ia tulis dalam bentuk surat yang dibuat pada hari ini (2/6/2021), yang ditujukan kepada Dewan Komisaris Garuda Indonesia dan ditembuskan kepada Direktur Keuangan perusahaan.

"Maka kami mohon demi sedikit meringankan beban perusahaan, untuk segera, mulai bulan Mei 2021, yang memang pembayarannya ditangguhkan, memberhentikan pembayaran honorium bulanan kami sampai rapat pemegang saham mendatang," kata Peter dalam surat tersebut, Rabu.

Baca juga: Kementerian BUMN Kaji 4 Opsi Penyelamatan Garuda Indonesia

Manajemen Tak Berkoordinasi dengan Komisaris

Ia pun mengungkapkan, kondisi keuangan emiten dengan kode saham GIAA ini semakin bertambah kritis. Di dalam surat itu, Peter menyebutkan bahwa manajemen GIAA tidak melakukan penghematan biaya operasional.

Selain itu, Peter juga mengklaim manajemen tidak terbuka engenai informasi renegosiasi dengan lessor pesawat, hingga tidak adanya evaluasi atau perubahan penerbangan dan juga rute yang merugi.

"Cash flow manajemen tidak dapat dimengerti," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ungkapan berikutnya dari Peter Ghonta terkait kondisi GIAA adalah keputusan yang diambil Kementerian BUMN secara sepihak tanpa koordinasi dan tanpa melibatkan Dewan Komisaris.

"Saran komisaris yang oleh karenanya tidak diperlukan," sebut dia.

Terakhir, komisaris hanya beraktivitas selama 5-6 jam per minggunya. Sebagaimana diketahui, Garuda Indonesia tengah kesulitan akibat rendahnya penerbangan penumpang di masa pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Maskapai pelat merah ini bahkan telah menawarkan pensiun dini kepada karyawannya untuk bisa bertahan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X