Kompas.com - 05/06/2021, 15:50 WIB
Ilustrasi pembangkit listrik KOMPAS.com/Sakina Rakhma Diah SIlustrasi pembangkit listrik

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat ada 34 proyek pembangkit listrik yang terkendala atau mangkrak. Proyek mangkrak pun sempat menjadi sorotan KPK dan Presiden Joko Widodo pada 2016 lalu.

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menjelaskan, berdasarkan data per Mei 2021, dari 34 proyek tersebut, sebanyak 7 proyek berhasil beroperasi, 15 proyek dilanjutkan, dan 12 proyek dihentikan atau terminasi.

Ia mengungkapkan, 12 proyek pembangkit yang dihentikan itu sebagian besar merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dikerjakan oleh PT PLN (Persero). Hanya Hanya 1 proyek pembangunan PLTU yang milik swasta (Independen Power Producer/IPP).

Baca juga: Aturan Pengelolaan Abu Batu Bara PLTU Masuk Tahap Finalisasi

"Teriminasi artinya enggak jadi dibangun PLTU tersebut. Proyeknya dihentikan alasannya ya enggak jalan-jalan, mungkin kontraknya memble, terpaksa diterminasi karena kita enggak bisa nunggu lagi," ujarnya dalam konferensi pers virtual sektor ketenagalistrikan, Jumat (4/6/2021).

Adapun 12 proyek pembangkit yang dihentikan itu berkapasitas 117 megawatt (MW). Sebanyak 11 proyek PLTU milik PLN yang dihentikan tersebar di berbagai daerah mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Secara rinci yakni PLTU Kuala Tungkal 2x7 MW, PLTU Ipuh Seblat 2x3 MW, PLTU Bengkalis 2x10 MW, PLTU Tarakan 2x7 MW, PLTU Kuala Pambuang 2x3 MW, dan PLTU Buntok 2x7 MW.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian PLTU Raha 2x3 MW, PLTU Bau-Bau 2x10 MW, PLTU Wangi-Wangi 2x3 MW, PLTU Ambon-FTP 1 2x15 MW, dan PLTU Jayapura 2x15 MW.

Sementara satu proyek PLTU yang dihentikan milik IPP adalah PLTU Tembilahan 2x5,5 MW di Sumatera.

Kendati pembangunannya disetop, kata Rida, proyek pembangkit itu akan digantikan dengan proyek lainnya, seperti pembangunan transmisi dan gardu induk.

Baca juga: Biaya Listrik Energi Terbarukan Kian Murah, PLN Hentikan Kontrak Proyek PLTU

"Jadi diganti dengan proyek lain, misalnya bangun gardu induk dan transmisi di sana. Seperti PLTU Tembilahan itu tidak akan dilanjut dan dibangun gardu induk untuk penuhi supply (pasokan) listrik di sana," jelas dia.

Terkait sanksi, kerugian, atau persoalan hukum akibat penghentian proyek, Rida enggan menjelaskan. Menurutnya, hal itu akan tepat dijelaskan oleh pihak PLN yang memang memiliki kontrak terkait pengerjaan proyek PLTU tersebut.

Lebih lanjut, Rida menambahkan, total dari 34 proyek pembangkit listrik yang terkendala memiliki kapasitas 627,8 MW. Terdiri dari proyek PLTU dan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTM), yang sebagian besar dipegang oleh PLN.

"Secara rekap, yang dikelola PLN ada 32 unit. Dari sisi kapasitasnya yang PLN 612 MW, sisanya IPP. Serta dari sisi jenis pembangkitnya itu didominasi PLTU," paparnya.

Baca juga: Tarif Listrik Tenaga Surya Makin Murah, PLTU akan Bersaing dengan Energi Terbarukan



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.