Kompas.com - 08/06/2021, 19:07 WIB
Ilustrasi kelapa sawit KOMPAS.com / Mei LeandhaIlustrasi kelapa sawit

JAKARTA, KOMPAS.com - Peningkatan harga dan permintaan komoditas sawit sepanjang tahun 2020 hingga saat ini dinilai bisa menjadi momentum bagi perusahaan-perusahaan di sektor sawit untuk melantai di bursa atau initial public offering (IPO) pada tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan oleh Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada. Dia menilai kinerja positif bakal dibukukan emiten sawit sepanjang tahun 2021, seiring dengan peningkatan permintaan dan harga komoditas sawit oleh pasar.

“Kita lihat dari berbagai macam aspek. Kalau kita lihat dari sisi sentimen, memang dengan adanya sentimen penguatan harga crude palm oil (CPO) global paling tidak memberikan sentimen positif terhadap pergerakan saham-saham emiten CPO. Ketika harga saham emiten CPO yang existing mengalami kenaikan, maka ketika ada saham CPO yang baru diharapkan harga sahamnya juga alami peningkatan,” ujar Reza melalui siaran pers, Selasa (8/6/2021).

Baca juga: Berencana IPO Juni 2021, Perusahaan Tambang Emas Archi Tawarkan Harga Saham Rp 750-800

Namun, di sisi lain, para calon emiten baru ini harus memperhatikan kinerja dan prospek perusahaan. Karena, momentum penguatan CPO baru sekarang terjadi.

“Apakah ke depan penguatan harga CPO ini masih bisa sustain atau tidak. Ini yang harus diperhatikan emiten CPO ketika melakukan IPO,” ungkap Reza.

Sentimen positif lainnya yakni kebijakan pemerintah dalam kebijakan mandatori B30, yang dinilai juga mempengaruhi industri secara keseluruhan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan adanya program kebijakan pemerintah terkait B30 maka akan jadi berita positif buat pelaku pasar yang punya pandangan bahwa permintaan CPO akan alami peningkatan dengan program bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

“Dari sisi industri ada sentimen yang baik mendukung, pelaku pasar akan perhatikan saham mana yang punya keterkaitan dengan program biodiesel tadi. Akan kontribusi seberapa besar terhadap program pemerintah tersebut. Kalau pangsa pasar besar, maka harga sahamnya memiliki potensi untuk bisa lebih meningkat sehingga potensi cuan meningkat,” papar Reza.

Dia menyampaikan sepanjang masa pandemi, kinerja sejumlah emiten sawit tercatat cukup positif, walau ada kecenderungan penurunan tapi capaian angkanya masih positif di antaranya perolehan laba dan peningkatan pendapatan seiring peningkatan harga CPO.

“Memang ada sejumlah emiten yang kinerjanya masih di bawah tapi overall kinerja emiten sawit masih oke di tengah pandemi,” terang Reza.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.