Kompas.com - 11/06/2021, 15:35 WIB
Tim PDKB PLN Babel saat perbaikan jaringan listrik. KOMPAS.com/HERU DAHNURTim PDKB PLN Babel saat perbaikan jaringan listrik.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tercatat memiliki utang jumbo hingga Rp 500 triliun. Pemerintah pun sedang berupaya menyehatkan keuangan PLN agar utang tersebut tak menjadi beban.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pihaknya kini berfokus menyehatkan keuangan PLN. "PLN itu utangnya Rp 500 triliun, tidak ada jalan kalau tidak segera disehatkan," kata Erick dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (3/6/2021).

Salah satu langkah terobosan yang dilakukan pemerintah yakni dengan memangkas anggaran belanja modal PLN. Erick mengungkapkan, upaya pemangkasan belanja modal PLN bahkan telah mencapai 24 persen.

Sementara itu, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi mengatakan, berbagai peningkatan investasi yang dilakukan PLN dalam beberapa tahun terakhir berdampak positif pada berbagai sektor.

"Aset PLN juga tumbuh signifikan menjadi sekitar Rp 1.589 triliun di 2021, naik sebanyak Rp 275 triliun dibandingkan tahun 2015," kata Agung dalam keterangan resmi kepada Kontan.co.id, Kamis.

Agung menyebut, dalam beberapa tahun terakhir, investasi PLN, khususnya untuk pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan meningkat secara drastis. Ini seiring dengan mandat PLN sebagaimana amanat Peraturan Presiden No. 4 Tahun 2016 untuk Percepatan Infrastruktur Ketenagalistrikan.

Baca juga: Catat, Bursa Kripto Indonesia Diluncurkan Akhir 2021

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Total kapasitas pembangkit terpasang misalnya, meningkat dan semula hanya 55,5 Gigawatt (GW) pada tahun 2015 menjadi 66,3 GW pada tahun 2020. Pembangunan infrastruktur ini membuat pasokan daya listrik di seluruh Indonesia menjadi memadai dan siap mendukung gerak roda perekonomian daerah dan nasional.

Kegiatan rasio elektrifikasi juga disebut meningkat. Pada tahun 2015 rasio elektrifikasi baru mencapai 88,3 persen, dan naik signifikan hanya dalam kurun 5 tahun menjadi 99,2 persen pada tahun 2020.

Agung menambahkan, salah satu indikator pendorong kemajuan ekonomi suatu negara yaitu Ease of doing business yakni untuk indikator kemudahan mendapatkan listrik (getting electricity) juga meningkat drastis, yaitu pada tahun 2015 berada pada peringkat 78, dan membaik menjadi peringkat 33 pada tahun 2020.

"PLN juga terus memberikan kontribusi kepada negara melalui pajak-pajak, PNBP, dan sebagainya. Sejak tahun 2015 hingga 2020 totalnya lebih dan Rp 174 Triliun," kata Agung.

Baca juga: Erick Thohir: PLN Itu Utangnya Rp 500 Triliun...

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.