Analis Junior Salah Satu Bank di Wall Street Ini Digaji Rp 1,5 Miliar

Kompas.com - 30/06/2021, 17:00 WIB
Ilustrasi New York Stock Exchange Thinkstockphotos.comIlustrasi New York Stock Exchange
Penulis Mutia Fauzia
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan perbankan yang bergerak di bidang investasi, JPMorgan Chase (JPM) menaikkan gaji analis tahun pertama menjadi 100.000 dollar AS atau sekitar Rp 14,5 miliar (kurs Rp 14.500).

Dilansir dari CNN, Rabu (30/6/2021), sumber CNN menyebutkan, sebelumnya, gaji pegawai bank dengan posisi analis tahun pertama di JPMorgan Chase sekitar 85.000 dollar AS.
Kenaikan gaji tersebut berlaku mulai 1 Juli 2021 mendatang.

Dengan demikian, maka milenial dan gen Z yang bekerja di JPMogran Chase bisa mendapatkan gaji enam digit dollar AS begitu lulus dari perguruan tinggi.

Baca juga: Bankir Goldman Sachs Keluhkan Jam Kerja yang Capai 95 Jam dalam Sepekan

Selain itu, JPMorgan juga diketahui menaikkan gaji untuk analis tahun kedua menjadi 105.000 dollar AS dari yang sebelumnya 90.000 dollar AS, serta analis tahun ketika dari 95.000 dollar AS menjadi 100.000 dollar AS.

Namun demikian, pihak JPMorgan enggan memberikan komentar terkait pemberitaan CNN tersebut.

CNN mengatakan, kenaikan gaji pegawai bank tersebut menjadikan JPMogran sebagai bank yang memberikan keuntungan paling besar bagi analis junior. Langkah JPMorgan tersebut diambil lantaran persaingan untuk mendapatkan tenaga kerja berkualitas kian ketat di Wall Street dan Silicon Valley.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasalnya, banyak perusahaan teknologi kini menawarkan fleksibilitas sekaligus sistem kerja jarak jauh yang menggiurkan bagi para pencari kerja.

Managing Director Johnson Associates Alan Johnson mengatakan, langkah untuk menaikkan gaji pegawai bank JPMorgan tersebut merupakan tanda iklim usaha yang sehat dan pasar tenaga kerja dengan persaingan yang kian ketat.

Baca juga: Ini Daftar Gaji UMR Tertinggi di Indonesia Tahun 2021

Untuk diketahui, kultur bekerja perbankan Wall Street kini tengah diawasi secara ketat. Sebab, beberapa waktu lalu, beberapa junior analis di Goldman Sachs membagikan cerita mengerikan mengenai waktu kerja mereka yang mencapai 95 jam dalam sehari. Mereka pun mengaku hanya tidur sekitar 5 jam dalam sehari.

Hal itu membuat Goldman Sachs untuk meningkatkan jumlah bankir junior agar para pegawainya bisa benar-benar libur di hari Sabtu.

Di sisi lain, banyak pelaku usaha yang kini kian kesulitan mencari pegawai, terutama pegawai berupah rendah seiring dengan meredanya pandemi di Amerika Serikat.

Data pemerintah setempat menunjukkan, sebanyak 9,3 juta lowongan kerja dibuka pada bulan April lalu.

Sebelumnya, Bank of America juga sempat mengumumkan meningkatkan upah minimum per jam untuk pegawai mereka di Amerika Serikat menjadi 25 dollar AS per tahun 2025.

Baca juga: Total Gaji Komisaris Astra International Mencapai Rp 1,8 Miliar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.