Pengangguran di India Melonjak, Utang Penduduk Desa Meningkat Pesat

Kompas.com - 07/07/2021, 17:39 WIB
Bendera India. ISTBendera India.
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penduduk desa di India mengalami lonjakan utang seiring dengan kian banyaknya penduduk yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19.

Dikutip dari The Economic Times, hasil wawancara yang dilakukan 75 keluarga dalam sebuah klaster yang terdiri atas delaman desa dengan populasi paling padan di India menunjukkan, sebagian besar rumah tangga mengalami penurunan pendapatan hingga 75 persen.

Sebanyak dua pertiga dari keluarga tersebut telah menarik utang untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.

Devi, 35, harus menggadaikan tanahnya unutk bisa mendapatkan pinjaman senilai 20.000 rupee atau sekitar Rp 3,88 juta (kurs Rp 198,10).

Baca juga: Jutaan Penduduk Jatuh Miskin, Orang Terkaya di India Kian Tajir

Dan dalam enam bulan ke depan, seiring dengan kian menipisnya ketersediaan uang yang ia miliki, Devi harus berhenti membeli susu, mengurangi penggunaan minyak untuk memasak, dan hanya bisa membeli lentil sekali setiap 10 hari.

Lantaran suaminya yang semula merupakan pekerja konstruksi kini tak lagi bekerja, tumpukan utangnya pun kian bertambah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Terkadang saya pergi tidur dalam keadaan lapar. Pekan lalu, saya pikir saya pergi tidur dalam keadaan kelaparan setidaknya dua kali, namun saya tidak benar-benar ingat," ujar Devi yang tinggal dalam sebuah desa di Uttar Pradesh.

Perdana Menteri India Narendra Modi telah menjanjikan bakal memberikan kebutuhan pangan gratis kepada penduduk miskin di negara tersebut. Namun demikian, jumlah yang disalurkan sangat terbatas.

Pandemi Covid-19 dan lockdown atau isolasi wilayah total yang terjadi di India telah menyebabkan jutaan orang di negara itu mengalami PHK. Banyak penduduk yang sebelumnya bekerja di kota harus kembali ke desa, dan harus berhutang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Baca juga: Pencipta Ethereum Donasi Rp 14,5 Triliun untuk Penanganan Covid-19 di India

Tingkat utang yang meningkat dan pendapatan yang melemah di pedesaan akan menahan proses pemulihan ekonomi yang saat ini diupayakan pemerintah. Selain itu, hal tersebut juga akan mengurangi tabungan serta investasi swasta lebih lama dari proyeksi para ekonom dan pemerintah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Optimalkan Lahan Sekitar Stasiun, KAI Kembangkan Kawasan TOD

Optimalkan Lahan Sekitar Stasiun, KAI Kembangkan Kawasan TOD

Whats New
Perluas Investasi ke Startup Indonesia, Capria Ventures Gandeng Perusahaan Investasi Milik Pandu Sjahrir

Perluas Investasi ke Startup Indonesia, Capria Ventures Gandeng Perusahaan Investasi Milik Pandu Sjahrir

Rilis
Sebut Gernas BBI dan Penanganan Covid-19 Baik, Luhut: Itu karena Leadership Presiden yang Kuat

Sebut Gernas BBI dan Penanganan Covid-19 Baik, Luhut: Itu karena Leadership Presiden yang Kuat

Whats New
Penerimaan Pajak Tembus Rp 741,3 Triliun, Sri Mulyani: Konsumsi Mulai Membaik

Penerimaan Pajak Tembus Rp 741,3 Triliun, Sri Mulyani: Konsumsi Mulai Membaik

Whats New
IHSG Menguat pada Penutupan Sesi I, Rupiah Melemah

IHSG Menguat pada Penutupan Sesi I, Rupiah Melemah

Whats New
Dua Tahun Eksis, Ajaib Gandeng Lebih dari 1 Juta Investor Saham

Dua Tahun Eksis, Ajaib Gandeng Lebih dari 1 Juta Investor Saham

Rilis
Saling Bantah Pejabat Kemendag Vs Kementan soal Stok Jagung

Saling Bantah Pejabat Kemendag Vs Kementan soal Stok Jagung

Whats New
Dana Simpanan Dijamin, LPS Minta Masyarakat Tak Khawatir Nabung di Bank Digital

Dana Simpanan Dijamin, LPS Minta Masyarakat Tak Khawatir Nabung di Bank Digital

Whats New
Gelar RUPSLB, Pemegang Saham Setujui Rencana Stock Split Saham BBCA

Gelar RUPSLB, Pemegang Saham Setujui Rencana Stock Split Saham BBCA

Whats New
Agustus 2021, Defisit APBN Tembus Rp 383,2 Triliun

Agustus 2021, Defisit APBN Tembus Rp 383,2 Triliun

Whats New
Pemerintah Batasi Pintu Masuk Kedatangan Internasional, Simak Lokasi dan Syaratnya

Pemerintah Batasi Pintu Masuk Kedatangan Internasional, Simak Lokasi dan Syaratnya

Whats New
Tren Penurunan Harga Bitcoin Dinilai Masih dalam Batas Wajar

Tren Penurunan Harga Bitcoin Dinilai Masih dalam Batas Wajar

Whats New
Daftar Harga Sembako Hari Ini di Jakarta

Daftar Harga Sembako Hari Ini di Jakarta

Whats New
Sri Mulyani Waspadai Dampak Evergrande karena Bisa Pengaruhi Ekspor RI

Sri Mulyani Waspadai Dampak Evergrande karena Bisa Pengaruhi Ekspor RI

Whats New
Mendag Pertanyakan Klaim Data Kementan soal Stok Jagung 2,3 Juta Ton

Mendag Pertanyakan Klaim Data Kementan soal Stok Jagung 2,3 Juta Ton

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.