Kata Sandiaga Uno, Ini 3 Upaya Atasi Keterbatasan Tabung Oksigen

Kompas.com - 08/07/2021, 19:41 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mulai berkantor di Bali, Kamis (28/1/2021). IstimewaMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mulai berkantor di Bali, Kamis (28/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengusulkan  tiga solusi dalam menyikapi keterbatasan akan tabung oksigen yang terjadi saat ini.

Di tengah lonjakan kasus Covid-19, tidak sedikit rumah sakit yang mengeluhkan kurangnya tabung oksigen sebagai untuk pasien Covid-19.

“Isu kelangkaan hingga penimbunan oksigen tidak benar. Bukan terjadi kelangkaan, tingginya permintaan oksigen untuk kebutuhan medis dalam penanganan kasus Covid-19, menyebabkan terjadi keterbatasan yang bisa dipetakan pada tiga lini," ungkap Sandiaga Uno dalam siaran pers, Kamis (8/7/2021).

Baca juga: Tak Punya BUMN yang Produksi Oksigen, Ini Cara Erick Thohir Atasi Kelangkaan Oksigen

Lini pertama adalah memastikan semua pihak turut andil, utamanya produsen gas mengalihkan kebutuhan oksigennya untuk kebutuhan medis. Hal ini dinilai penting, karena penanganan Covid-19 saat ini memasuki tahap yang sangat krusial.

"Tentunya kami harus berterima kasih dan mengapresiasi industri-industri yang mengalihkan kebutuhan dan suplai oksigen industrinya untuk melayani permintaan peningkatan secara signifikan oksigen di bidang medis," ujar Sandiaga Uno.

Kedua, Sandiaga mengungkapkan, Kemenparekraf memberikan dukungan melalui penyediaan lahan penyimpanan tabung oksigen di sejumlah destinasi wisata maupun sentra ekonomi kreatif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lahan penyimpanan tersebut akan berada dekat dengan fasilitas kesehatan, sehingga proses distribusi tabung oksigen dapat berjalan dengan optimal.

"Ini yang akan kami koordinasikan dengan pelaku industri (perhotelan). Termasuk penyediaan hotel-hotel sebagai fasilitas kesehatan yang dilengkapi dengan tabung-tabung oksigen untuk isolasi bagi pasien Covid-19 bergejala ringan atau sedang," kata dia.

Selanjutnya adalah identifikasi dan pengumpulan tabung oksigen yang belum terdistribusi.

Dalam proses identifikasi tersebut, pihaknya akan berkolaborasi dengan masyarakat parekraf di seluruh Nusantara.

“Mereka yang kini tengah 'berhibernasi' itu dapat diberdayakan untuk membantu penyaluran tabung-tabung oksigen yang kosong, sehingga dapat diisi kembali. Kemenparekraf akan berkoordinasi dengan stakeholders di lingkungan pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai bentuk langkah konkret,” ucap Sandiaga Uno.

Baca juga: Harga Tabung Oksigen Mahal, KPPU Ancam Penjual Denda 50 Persen dari Keuntungan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.