Pertamina Alokasikan 8 Miliar Dollar AS untuk Kembangkan Energi Bersih

Kompas.com - 15/07/2021, 16:28 WIB
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (Dok. Pertamina) Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (Dok. Pertamina)

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina mengalokasikan sekitar 8 miliar dollar AS untuk investasi energi bersih pada kurun 2020-2024.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan, alokasi capex untuk sektor Energi Baru Terbarukan mencapai sekitar 9 persen dari total investasi untuk tahun 2020 hingga 2024. Jumlah ini dinilai telah melampaui besaran investasi International Oil Company (IOC) lainnya yang berkisar 4,3 persen saja.

Adapun, investasi pada sektor energi bersih ini meliputi 4 miliar dollar AS untuk pengembangan pipeline distribusi dan transportasi gas,  0,3 miliar dollar AS untuk Liquefaction & Regasification, 3 miliar dollar AS untuk integrasi power plant dan sekitar 0,7 miliar dollar AS untuk investasi proyek lainnya.

"Ada beberapa upaya untuk pengurangan gas rumah kaca untuk target pengurangan emisi karbon 30 persen pada 2030," kata Nicke dalam gelaran Investor Daily Summit, Rabu (14/7/2021).

Baca juga: Mendag: Saya Mau Ada Keadilan untuk Industi Online dan Offline

Nicke menjelaskan, ada sejumlah portfolio bisnis di sektor energi bersih yang bakal didorong oleh Pertamina. Pertama, peningkatan kapasitas panas bumi menjadi 1.128 MW pada 2026. Saat ini Pertamina tercatat telah mengoperasikan pembangkit panas bumi dengan total kapasitas 672 MW.

Kedua, pengembangan hidrogen melalui aset yang dimiliki. Nicke mengungkapkan, pengembangan hidrogen saat ini telah dimulai Pertamina melalui aset Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hidrogen yang dihasilkan pun digunakan untuk memproses biofuel pada kilang milik Pertamina. Secara khusus untuk hidrogen, Nicke menyebutkan konsumsi harian pada tahun ini mencapai 2,5 ribu ton per hari. Adapun, besaran marketnya mencapai US$ 40 miliar.

Ketiga, Electric Vehicle & Energy Storage System. Nicke mengungkapkan, sebagai langkah awal Pertamina bersama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan Inalum pun telah membentuk konsorsium untuk masuk ke ekosistem baterai kendaraan listrik. Ditargetkan produksi baterai mencapai 140 GWh pada 2029 mendatang.

Baca juga: Sepanjang 2020, Realisasi Program PEN Hanya 82,83 Persen

Halaman:


Sumber
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.