Denon Prawiraatmadja
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perhubungan

Menguatkan Jembatan Udara yang Mulai Rapuh

Kompas.com - 16/07/2021, 14:08 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Produksi pesawat

Pesawat terbang saat ini sebagian besar diproduksi oleh negara lain. Jadi kalau pengusaha Indonesia mau mendirikan maskapai, harus impor pesawat dengan menggunakan mata uang dollar AS.

Impor tentu saja biayanya tergantung dari kurs mata uang rupiah terhadap dollar AS. Selain itu, administrasi impor pesawat juga tidak mudah.

Untuk itulah ada pemikiran memproduksi pesawat di dalam negeri. Percobaan produksi pesawat dalam negeri bahkan sudah dilakukan anak negeri sebelum negara Indonesia berdiri. Tahun 1930-an, kombinasi antara pengusaha dan teknisi pribumi Hindia Belanda dan perancang dari Belanda mampu membuat pesawat bernama Walraven 2 yang kemudian diterbangkan hingga Eropa.

Tradisi ini kemudian diteruskan anak bangsa sejak Indonesia merdeka. Sebut saja nama-nama Nurtanio, Wiweko Supomo dan yang lainnya, hingga kemudian BJ Habibie yang membesarkan Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) yang kemudian berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Kiprah PTDI berlanjut hingga saat ini dengan merancang dan membangun pesawat N219 Nurtanio.

Jembatan udara yang rapuh

Industri penerbangan di Indonesia memang sudah gegap gempita, bahkan jauh sebelum negara ini berdiri.

Para pendahulu kita sadar bahwa Indonesia yang wilayahnya berbentuk kepulauan ini memerlukan sarana transportasi yang selamat, aman, nyaman dan cepat untuk menghubungkan antar pulau.

 

 

Tentu saja tidak bisa mengandalkan transportasi darat karena harus membangun jembatan yang jumlahnya ribuan dan panjangnya bisa ratusan kilometer. Atau hanya mengandalkan transportasi laut yang operasionalnya amat tergantung dengan musim.

Untuk itulah diperlukan transportasi udara yang selain selamat, aman, nyaman dan cepat, juga tidak selalu tergantung musim. Transportasi udara bisa dikatakan sebagai jembatan udara yang bisa menyatukan seluruh Indonesia.

Baca juga: Ini Tiga Jurus yang Dilakukan Industri Penerbangan di Masa Pandemi

Sayangnya jembatan udara ini sekarang terlihat rapuh. Tahun-tahun lalu, berita mengenai maskapai penerbangan yang rugi bahkan bangkrut banyak menghiasi halaman media massa. Pada saat pandemi covid-19 melanda tanah air sejak Maret 2020 lalu, kondisi maskapai penerbangan kita bahkan lebih buruk dan menuju titik nadir.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Sahamnya Terus Ambles, GOTO Bakal Gelar Public Expose Insidentil

Harga Sahamnya Terus Ambles, GOTO Bakal Gelar Public Expose Insidentil

Whats New
Luhut: Indonesia Sekarang Sangat Diminati Para Investor dari Berbagai Negara

Luhut: Indonesia Sekarang Sangat Diminati Para Investor dari Berbagai Negara

Whats New
Hari Ini Terakhir Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2, Simak Syarat, Cara, dan Jadwal Daftarnya

Hari Ini Terakhir Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2, Simak Syarat, Cara, dan Jadwal Daftarnya

Whats New
Geger Lelang Kepulauan Widi, Pemerintah Satu Suara: Tidak Dijual!

Geger Lelang Kepulauan Widi, Pemerintah Satu Suara: Tidak Dijual!

Whats New
[POPULER MONEY] Ada KKN dalam Rekrutmen Tenaga Honorer | KKP Tegaskan Kepulauan Widi Tidak Dijual

[POPULER MONEY] Ada KKN dalam Rekrutmen Tenaga Honorer | KKP Tegaskan Kepulauan Widi Tidak Dijual

Whats New
Kenali Kripto sebelum Memutuskan untuk Berinvestasi

Kenali Kripto sebelum Memutuskan untuk Berinvestasi

Earn Smart
Cara Mudah Transfer ShopeePay ke DANA dan Rekening Bank

Cara Mudah Transfer ShopeePay ke DANA dan Rekening Bank

Spend Smart
Tumbuh 11,95 Persen, Penyaluran Kredit Perbankan Capai Rp 333,51 Triliun di Oktober 2022

Tumbuh 11,95 Persen, Penyaluran Kredit Perbankan Capai Rp 333,51 Triliun di Oktober 2022

Whats New
Rekrutmen Bersama BUMN Gelombang II Ditutup Besok, Simak Cara Daftarnya

Rekrutmen Bersama BUMN Gelombang II Ditutup Besok, Simak Cara Daftarnya

Work Smart
Sepanjang 2022, OJK Tindak 618 Pinjol Ilegal

Sepanjang 2022, OJK Tindak 618 Pinjol Ilegal

Whats New
Isu Badai PHK, Perusahaan Otomotif Astrido Justru Buka 13 Posisi Lowongan Kerja

Isu Badai PHK, Perusahaan Otomotif Astrido Justru Buka 13 Posisi Lowongan Kerja

Work Smart
Sri Mulyani Sebut Jokowi Minta Jajarannya Antisipasi Persoalan Beras

Sri Mulyani Sebut Jokowi Minta Jajarannya Antisipasi Persoalan Beras

Whats New
Bidik Proyek Ekonomi Berkelanjutan, INA Gandeng Investment Fund for Developing Countries

Bidik Proyek Ekonomi Berkelanjutan, INA Gandeng Investment Fund for Developing Countries

Whats New
Data Center STT di Bekasi Dibangun untuk Jawab Kebutuhan Ekonomi Digital RI

Data Center STT di Bekasi Dibangun untuk Jawab Kebutuhan Ekonomi Digital RI

Whats New
Program Konversi Motor Listrik Lesu, Ini Penyebabnya

Program Konversi Motor Listrik Lesu, Ini Penyebabnya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.