Lanjutkan Proyek Smelter di Gresik, Freeport Batal Gandeng Tsinghan China

Kompas.com - 16/07/2021, 14:40 WIB
Vice President Corporate Communications PT Freeport Indonesia Riza Pratama KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAVice President Corporate Communications PT Freeport Indonesia Riza Pratama

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Freeport Indonesia (PTFI) urung kerja sama dengan  dengan Tsingshan Steel untuk membangun smelter di Weda Bay, Halmahera Tengah.

Sebaliknya, Freeport telah meneken kontrak kerja sama untuk kegiatan engineering, procurement, dan construction (EPC) proyek smelter Manyar dengan PT Chiyoda International Indonesia pada Kamis (15/7/2021) lalu.

Vice President (VP) Coorporate Communications Freeport Indonesia, Riza Pratama memastikan rencana kerja sama dengan Tsingshan pun telah batal.

Baca juga: Freeport Indonesia dan Chiyoda Teken Kontrak Kerja Sama Bangun Smelter Mantar

"PTFI tidak mencapai kesepakatan dengan Tshingshan untuk pembangunan smelter," kata Riza kepada Kontan.co.id, Jumat (16/7/2021).

Dia mengatakan, sesuai komitmen Freeport saat divestasi pada 2018 lalu maka pihaknya bakal melanjutkan pembangunan smelter di Gresik setelah tertunda akibat pandemi lalu.

Sebelumnya, Presiden Direktur Freeport Indonesia, Tony Wenas mengatakan, penandatanganan kontrak ini menegaskan komitmen Freeport Indonesia untuk membangun smelter, sesuai dengan kesepakatan divestasi tahun 2018.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di tengah berbagai tantangan pandemi Covid-19 yang dialami Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat dalam proyek ini, kami terus melakukan penyesuaian agar kami dapat terus bekerja sambil tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan seluruh tenaga kerja serta masyarakat di sekitar area kerja," jelasnya dalam keterangan resmi.

Direktur PT Chiyoda International Indonesia, Naoto Tachibana juga menegaskan komitmennya untuk ikut berkontribusi bagi Indonesia melalui pembangunan Smelter Manyar.

Naoto berharap, pengalaman dan kepemimpinan Chiyoda sebagai salah satu perusahaan terkemuka di dunia akan membantu mewujudkan tujuan optimalisasi hilirisasi nasional.

”Penandatanganan kontrak ini menandai teguhnya komitmen PT Chiyoda International Indonesia untuk turut berkontribusi bagi bangsa dan negara Indonesia. Kami akan melakukan yang terbaik, memastikan proyek ini dapat kami selesaikan tepat waktu," ujarnya.

Baca juga: Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Ridwan Djamaluddin menyambut baik penandatanganan kontrak antara kedua belah pihak.

“Penandatanganan ini menjadi energi positif di tengah berbagai tantangan yang sedang Indonesia hadapi. Pemerintah melalui Kementerian ESDM mendorong akselerasi dari proyek ini, dan akan terus bekerja sama dengan Freeport Indonesia untuk membantu memastikan pengerjaan proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu,” ujar Ridwan.

Sebagai informasi, kapasitas smelter Freeport di Gresik awalnya direncanakan sebesar 2 juta ton dengan investasi sekitar 3 miliar dollar AS. Namun belakangan, kapasitasnya dipangkas menjadi 1,7 juta ton. Sedangkan 300.000 ton lainnya ditutupi melalui pengembangan smelter tembaga eksisting di PT Smelting. (Filemon Agung)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Lanjutkan EPC smelter di Gresik, Freeport batal kerjasama dengan Tsingshan



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.