Puan di Baliho, Ganjar di Media Sosial

Kompas.com - 20/07/2021, 07:00 WIB
Ketua DPR RI, Puan Maharani meminta DPR untuk tetap produktif di masa pandemi dalam pidatonya di di Gedung Nusantara II, Senanyan, Jakarta pada Senin (8/3/2021) Dok. Humas DPR RIKetua DPR RI, Puan Maharani meminta DPR untuk tetap produktif di masa pandemi dalam pidatonya di di Gedung Nusantara II, Senanyan, Jakarta pada Senin (8/3/2021)


KAWASAN Shinjuku, Tokyo Jepang. Pusat perbelanjaan yang selalu ramai didatangi turis dari berbagai penjuru dunia.

Shinjuku-dori street yang terletak di bagian timur menjajakan barang-barang bermerek mewah. Terdapat juga department store asli dari Jepang; Isetan, Keio, Takasimaya.

Sementara di bagian selatan, berjejer toko-toko yang menawarkan fashion terkini dengan harga terjangkau untuk pembeli berkantong tipis. Pada lantai dasar pusat perbelanjaan malah tersedia gerai yang disukai kaum perempuan, tawar-menawar.

Ada praktik pemasaran menarik dikawasan Shinjuku. Para penjaga gerai toko sering keluar dari tokonya untuk menyebarkan brosur cetak.

Ada bahkan karyawan yang pekerjaannya khusus menyebarkan brosur atau mengangkat pamflet yang diacung-acungkan ke udara ditengah kerumunan manusia.

Cara memasarkan model konvensional masih berlangsung dengan marak di Shinjuku dan berbagai pusat perbelanjaan lainnya di Tokyo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tokyo adalah kota super modern. Hampir semua sektor kehidupan dikawal oleh teknologi terbarukan (digital). Namun tetap saja cara konvensional memasarkan dijadikan strategi pengelola toko untuk menarik konsumen.

Menawarkan brosur ke konsumen atau mengacung-acungkan pamflet ditengah kerumunan, merupakan nikmat manusiawi.

Memang dapat digantikan oleh robot cerdas. Namun esensinya tetap tidak tergantikan. Tangan manusia menawarkan brosur yang memiliki emosi.

Suara manusia ditengah kerumunan yang memiliki spirit. Itulah harta manusia yang tiada tergantikan.

Baliho

Ketika pandemi menerjang Indonesia dan muncul berbagai pembatasan yang tiada diketahui kapan berakhir, diramalkan dunia periklanan akan tiarap.

Ternyata ramalan itu hanya sebatas mitos. Justru selama 2020 belanja iklan nasional melejit sebesar Rp 229 triliun naik 26 persen dibanding 2019 yang meraup Rp 182 triliun.

Benar bahwa penempatan iklan untuk media digital (semua platform) naik tajam empat kali lipat selama 2020 dibanding 2019 (Nielsen, 22/4/2021).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X