Gubernur BI: Bank Lebih Mudah Salurkan Kredit Jika UMKM Berkelompok

Kompas.com - 25/07/2021, 18:00 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi video di Jakarta, Jumat (17/4/2020) Dok. Bank IndonesiaGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi video di Jakarta, Jumat (17/4/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, UMKM yang berkelompok atau membentuk klaster akan mudah mendapat pembiayaan dari perbankan.

"Bagi perbankan akan lebih mudah menilai UMKM satu kelompok daripada satu per satu, termasuk bentuk usaha maupun jaminan. jadi yang nomor satu yang paling penting adalah klasterisasi sesuai bidang usaha, lokasi, atau suatu kawasan ekonomi," kata Perry dalam webinar Obrolan UMKM Hebat, Minggu (25/7/2021).

Baca juga: BI Sebut Bisnis Makanan Halal Menjanjikan Saat Pandemi

Perry menuturkan, klasterisasi UMKM memicu nominal pembiayaan dari perbankan semakin besar.

Bila terdapat 10 usaha mikro dalam satu klaster, pendanaan bisa mencapai Rp 100 juta atau lebih. Tentu manfaat dana itu akan jauh lebih besar daripada mengajukan kredit sendiri-sendiri sebesar Rp 10 juta per UMKM.

"Itu memudahkan proses untuk pembiayaan, di samping pembiayaan perbankan juga akan besar. Misalnya kalau satu unit Rp 5 juta, kalau (terdapat) 10 (UMKM) dalam klaster apalagi 25 (UMKM), akan mempermudah akses dan memperbesar akses pembiayaan," tutur Perry.

Selain memudahkan perbankan, pembentukan klaster juga memudahkan UMKM saling bantu-membantu maupun mentransfer teknologi. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu juga memudahkan pendamping UMKM seperti Bank Indonesia menerjunkan bantuan teknis.

Baca juga: Minat Jadi Pejabat BI, Simak Jadwal Seleksi PCPM Berikut

Maksud dari bantuan teknis itu, yakni kemampuan produksi, manajemen, keuangan, pemasaran termasuk packadging, labeling, dan standarisasi produk.

Tanpa bantuan teknis, biasanya daya saing UMKM menjadi kurang kompetitif di pasar.

"Pengalaman kami di BI, membangun UMKM adalah memberikan bantuan teknis di samping bantuan pembiayaan. Bahkan kami bekerjasama dengan desainer, dengan berbagai pihak, untuk memberikan bantuan teknis," ucap Perry.

Peningkatan skala usaha menjadi industri besar pun akan sulit dilakukan jika tanpa bantuan teknis. Bahkan, dalam pembiayaan, sering dijumpai kredit macet jika UMKM tidak diberi bantuan.

Baca juga: Simak, BI Buka Lowongan Seleksi Pendidikan Calon Pegawai Muda

"Mohon maaf sekali, sering pendekatan kita dikasih duit dulu. Saya tidak mengatakan dana atau pembiayaan itu tidak penting, penting. Tapi kalau pembiayaan tidak didahului dengan pembentukan kelompok dan bantuan teknis, itu tidak langgeng," pungkas Perry.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.