95 Persen Warga Jakarta Telah Divaksinasi Tahap I, Sandiaga Uno Minta Masyarakat Jangan Lengah

Kompas.com - 06/08/2021, 07:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, mengungkapkan saat ini sudah 95 persen warga DKI Jakarta yang sudah menjalani vaksinasi Covid-19.

Ia berharap warga DKI Jakarta tidak lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, meskipun sudah menerima vaksin tahap pertama.

“Namun, sekali lagi masyarakat diimbau jangan lengah. Contohnya seperti di kota lain di dunia seperti di New York atau London misalnya, begitu lengah kasusnya naik lagi,” kata Sandiaga saat meninjau Sentra Vaksinasi Merdeka Berkolaborasi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jakarta Barat di Masjid Raya KH Hasyim Asy’Ari Jakarta Barat, Kamis (5/8/2021).

Baca juga: Ikappi Dorong Pemerintah Lakukan Vaksinasi Langsung di Pasar

Seperti diketahui, Sandiaga dalam beberapa waktu terakhir gencar mendorong aksi percepatan penanganan Covid-19 untuk membangkitkan ekonomi dan pariwisata tanah air.

Ia juga aktif terlibat dalam beberapa program vaksinasi khususnya yang berkaitan dengan Parekraf.

Ia menjelaskan, salah satu upaya untuk mencapai herd immunity adalah melalui percepatan vaksinasi sehingga roda perekonomian bisa kembali pulih agar mampu menciptakan lapangan kerja yang seluas-luasnya.

“Ini program yang luar biasa, saya akan selalu hadir di sentra-sentra vaksin untuk mencapai kekebalan komunal, DKI Jakarta menduduki posisi pertama penerima vaksin dosis pertama yaitu 95 persen,” ujar Sandiaga.

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga turut mengapresiasi kolaborasi antara Polres dan Pemkot Jakarta Barat serta semua pihak yang menggandeng para pemuka agama dalam program vaksinasi massal ini.

Baca juga: Total Anggaran Vaksinasi Pemerintah Capai Rp 57,84 triliun

Seperti diketahui sebagian tempat ibadah di DKI Jakarta sudah dioperasikan menjadi lokasi vaksinasi dan sisanya mulai beroperasi awal Agustus 2021.

“Vaksinasi ini adalah benteng pertama, saya terbayang ribuan mushola dan masjid serta tempat ibadah lainnya menjadi sentra vaksinasi. Insha Allah dapat terlaksana terus program vaksinasi seperti ini. Apalagi, tingkat bed occupancy rate (BOR) saat ini sudah di bawah 65 persen, demikian juga dengan ICU yang sudah di bawah 80 persen,” kata dia.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo menjelaskan, kegiatan ini menjadi strategi untuk memperbanyak gerai vaksin bukan hanya di puskesmas tapi hampir seluruh RW yang menjadi sentra vaksin.

“Data kami ada 209 RW yang dirasa penduduknya padat di sekitar Jakarta Barat. Kami berharap bisa menyisir warga-warga yang ada di RW tersebut, dan mempermudah proses vaksinasi. Sehingga Jakarta semakin sehat, semakin kuat. Berdasarkan data kemarin, Jakarta mendapat peringkat 1 yang sudah menjalankan vaksin dosis pertama sebesar 95 persen,” ujar Ady.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Simak Tarif dan Cara Menghitung Pajak Sarang Burung Walet

Simak Tarif dan Cara Menghitung Pajak Sarang Burung Walet

Whats New
Upskilling Itu Penting, Ini Alasannya!

Upskilling Itu Penting, Ini Alasannya!

Work Smart
BPK: Dana Rp 289,85 Miliar Program Kartu Prakerja Salah Sasaran

BPK: Dana Rp 289,85 Miliar Program Kartu Prakerja Salah Sasaran

Whats New
Soal Penyebab Banjir Rob Semarang, Pemerintah Sebut karena Ketinggian Pasang Air Laut Ekstrem

Soal Penyebab Banjir Rob Semarang, Pemerintah Sebut karena Ketinggian Pasang Air Laut Ekstrem

Whats New
IHSG dan Rupiah Kompak Menguat pada Penutupan Sesi I Perdagangan

IHSG dan Rupiah Kompak Menguat pada Penutupan Sesi I Perdagangan

Whats New
Perluas Distribusi Reksa Dana, Bahana TCW Gandeng Fundtastic dan Bank Muamalat

Perluas Distribusi Reksa Dana, Bahana TCW Gandeng Fundtastic dan Bank Muamalat

Whats New
Pelantikan Dewan Komisioner OJK 2022-2027 Ditunda, Ini Alasannya

Pelantikan Dewan Komisioner OJK 2022-2027 Ditunda, Ini Alasannya

Whats New
KreditPro dan eFishery Dukung Budidaya Perikanan Lewat Program Kabayan

KreditPro dan eFishery Dukung Budidaya Perikanan Lewat Program Kabayan

Rilis
Nasabah Gagal Bayar WanaArtha Life Minta Direksi Baru Percepat Penyehatan Keuangan

Nasabah Gagal Bayar WanaArtha Life Minta Direksi Baru Percepat Penyehatan Keuangan

Whats New
Ajak Profesional HR Jawab Tantangan Soal SDM Pascapandemi, SKK Migas dan KKKS Gelar IHSR 2022

Ajak Profesional HR Jawab Tantangan Soal SDM Pascapandemi, SKK Migas dan KKKS Gelar IHSR 2022

Rilis
Pelantikan Dewan Komisioner OJK Batal Dilaksanakan Hari Ini, Kenapa?

Pelantikan Dewan Komisioner OJK Batal Dilaksanakan Hari Ini, Kenapa?

Whats New
NIK Jadi NPWP Mulai 2023, Ini Hal yang Perlu Kamu Ketahui

NIK Jadi NPWP Mulai 2023, Ini Hal yang Perlu Kamu Ketahui

Whats New
Ekonom: Jika BI Naikkan Suku Bunga, Berpotensi Ganggu Laju Pemulihan Ekonomi Nasional

Ekonom: Jika BI Naikkan Suku Bunga, Berpotensi Ganggu Laju Pemulihan Ekonomi Nasional

Whats New
Mirza Adityaswara Mundur sebagai Dirut LPPI

Mirza Adityaswara Mundur sebagai Dirut LPPI

Whats New
Korban Gagal Bayar Bumiputera Desak OJK Minta Skema Penyehatan Perusahaan

Korban Gagal Bayar Bumiputera Desak OJK Minta Skema Penyehatan Perusahaan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.