Kian Pulih, Singapura Revisi ke Atas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2021

Kompas.com - 11/08/2021, 12:09 WIB
Ilustrasi patung Merlion yang ikonik di Singapura. SHUTTERSTOCKIlustrasi patung Merlion yang ikonik di Singapura.
Penulis Mutia Fauzia
|


SINGAPURA, KOMPAS.com - Pemerintah Singapura merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2021.

Revisi ke atas tersebut dilakukan dengan pertimbangan kondisi pandemi Covid-19 di negara tersebut yang kian stabil.

Dilansir dari CNBC, Rabu (11/8/2021) Kementerian Perdagangan setempat melaporkan, ekonomi Singapura diperkitakan akan tumbuh di kisaran 6 persen hingga 7 persen tahun ini.

Besaran tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya yang berada di kisaran 4 persen hingga 6 persen.

Baca juga: Jika PPKM Diperpanjang Sampai Akhir Agustus, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Bisa Anjlok

"Selain kemunduran besar dalam perekonomian global, ekonomi Singapura diperkirakan akan terus pulih secara bertahap pada paruh kedua tahun ini, hal tersebut juga didukung oleh sektor-sektor yang berorientasi ekspor," tulis kementerian dalam laporan proyeksi terbaru mereka.

"Proses pelonggaran yang dilakukan secara progresif di dalam negeri dan pelonggaran perbatasan seiring dengan angka vaksinasi yang terus tumbuh juga akan membantu proses pemulihan dari sektor-sektor konsumen dan mengurangi kekurangan tenaga kerja di sektor-sektor yang bergantung pada pekerja migran," tambah kementerian tersebut.

Singapura merupakan salah satu negara dengan proses distribusi vaksin yang tercepat secara global.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, sebanyak 72 persen dari keseluruhan populasi di Negeri Singa telah menyelesaikan vaksinasi per Senin (9/8/2021) lalu.

Baca juga: Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal Ketiga Akan Terdampak Varian Delta

Hal itu yang membuat pemerintah Singapura memutuskan untuk mulai melonggarkan berbagai kebijakan pembatasan terkait Covid-19 setelah merevisi aturan itu per bulan Mei lalu karena ada peningkatan kasus penularan. Sebagian besar disebabkan oleh penularan Covid-19 varian delta.

Peningkatan proyeksi tersebut juga disebabkan oleh realisasi pertumbuhan ekonomi Singapura yang mencapai 14,7 persen pada kuartal II 2021 bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Realisasi tersebut lebih baik ketimbang proyeksi pemerintah yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi di kisaran 14,3 persen.

Meski demikian, bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, perekonomian Singapura terkontraksi 1,8 persen.

Baca juga: Menko Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI Lebih Tinggi dari Jepang dan Korsel

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Risma Beberkan Ada Dana Bansos Rp 2,7 Triliun Tertahan, Ini Penjelasan Himbara

Risma Beberkan Ada Dana Bansos Rp 2,7 Triliun Tertahan, Ini Penjelasan Himbara

Whats New
Lembaga Riset IDEAS: Angka Kemiskinan Turun, tapi Jumlah Pengangguran Bertambah

Lembaga Riset IDEAS: Angka Kemiskinan Turun, tapi Jumlah Pengangguran Bertambah

Whats New
Contoh Surat Resign dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Contoh Surat Resign dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Work Smart
Promo Minyak Goreng Bimoli di Superindo, Kemasan 2 Liter Rp 25.000

Promo Minyak Goreng Bimoli di Superindo, Kemasan 2 Liter Rp 25.000

Spend Smart
Harga Ayam Broiler dan Gula Pasir Naik, Berikut Harga Pangan di Jakarta Hari Ini

Harga Ayam Broiler dan Gula Pasir Naik, Berikut Harga Pangan di Jakarta Hari Ini

Spend Smart
139 Perusahaan Kembali Ekspor Batu Bara, ESDM: 1 Juta Ton Terkirim ke Luar Negeri

139 Perusahaan Kembali Ekspor Batu Bara, ESDM: 1 Juta Ton Terkirim ke Luar Negeri

Whats New
Pemalsuan Surat Jaminan BLBI, Mahfud MD: 1 Orang Pegawai Kemenkeu Sudah Dinonaktifkan

Pemalsuan Surat Jaminan BLBI, Mahfud MD: 1 Orang Pegawai Kemenkeu Sudah Dinonaktifkan

Whats New
Ada Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga, Simak Rekomendasi Saham AALI, SIMP, dan LSIP

Ada Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga, Simak Rekomendasi Saham AALI, SIMP, dan LSIP

Earn Smart
Varian Omicron Meningkat di Jabodetabek, Luhut: Ini Teater Perang Sesungguhnya

Varian Omicron Meningkat di Jabodetabek, Luhut: Ini Teater Perang Sesungguhnya

Whats New
Bank Indonesia Akui Diretas, Kena Serangan 'Ransomware', Data Kritikal Dipastikan Aman

Bank Indonesia Akui Diretas, Kena Serangan "Ransomware", Data Kritikal Dipastikan Aman

Whats New
3 Minggu Tax Amnesty Jilid II, Negara Sudah Dapat Rp 467 Miliar

3 Minggu Tax Amnesty Jilid II, Negara Sudah Dapat Rp 467 Miliar

Whats New
Trading Challenge Tesla 2021 Usai, Astronacci International Ajak Masyarakat Bangkit dan Kejar Mimpi

Trading Challenge Tesla 2021 Usai, Astronacci International Ajak Masyarakat Bangkit dan Kejar Mimpi

Rilis
Mau Beli Valas? Intip Kurs Rupiah Hari Ini di BCA hingga Bank Mandiri

Mau Beli Valas? Intip Kurs Rupiah Hari Ini di BCA hingga Bank Mandiri

Spend Smart
IHSG dan Rupiah Melaju di Zona Merah Pagi Ini

IHSG dan Rupiah Melaju di Zona Merah Pagi Ini

Earn Smart
Ragam Tingkah Pengemplang BLBI, Enggan Bayar Utang hingga Jadikan Laut sebagai Jaminan

Ragam Tingkah Pengemplang BLBI, Enggan Bayar Utang hingga Jadikan Laut sebagai Jaminan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.