Jokowi Minta Target Investasi Rp 900 Triliun Tahun Ini Tercapai

Kompas.com - 16/08/2021, 10:39 WIB
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengenakan pakaian adat saat menghadiri Sidang Tahunan MPR 2021. YouTube/Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengenakan pakaian adat saat menghadiri Sidang Tahunan MPR 2021.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta target realiasi investasi sebesar Rp 900 triliun di 2021 bisa tercapai di akhir tahun. Dengan demikian, akan semakin meningkatkan penciptaan lapangan kerja dan menggeliatkan perekonomian nasional.

Jokowi menjelaskan, pada periode Januari-Juni 2021, realisasi investasi Indonesia, tidak termasuk sektor hulu migas dan jasa keuangan, tercatat sedikitnya mencapai Rp 442,8 triliun.

Secara rinci, investasi itu masuk ke luar Pulau Jawa sebesar 51,5 persen dan sebesar 48,5 persen masuk di Pulau Jawa. Nilai Investasi tersebut telah menyerap lebih dari 620.000 tenaga kerja Indonesia.

Baca juga: Jaring Investasi, Jokowi: UMKM Naik Kelas Jadi Agenda Utama

"Penambahan investasi di bulan-bulan ke depan ini kita harapkan bisa memenuhi target Rp 900 triliun, serta menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan perekonomian secara lebih signifikan," ujar Jokowi dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD, Senin (16/8/2021).

Seiring dengan peningkatan investasi, Jokowi pun berharap, struktur penopang ekonomi Indonesia diubah, dari yang sebelumnya 55 persen bertumpu pada konsumsi rumah tangga menjadi ke sektor yang lebih produktif dengan mendorong hilirisasi, investasi, dan ekspor.

Ia mengatakan, fokus pemerintah saat ini menciptakan sebanyak mungkin lapangan pekerjaan baru yang berkualitas melalui implementasi Undang-Undang Cipta Kerja yang akan terus dipercepat. Selain itu, melalui penerapan sistem Online Single Submission (OSS) yang telah diluncurkan pada pekan lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sistem OSS yang sangat mempermudah semua level dan jenis usaha, apalagi bagi jenis-jenis usaha yang berisiko rendah. Urusan perizinan, pengurusan insentif dan pajak bisa dilakukan jauh lebih cepat, lebih transparan, dan lebih mudah,” kata Jokowi.

Jokowi juga menilai, perkembangan investasi harus menjadi bagian terintegrasi dengan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Oleh sebab itu, peningkatan kelas pengusaha UMKM menjadi salah satu agenda utama pemerintah.

Ia bilang, adanya sistem OSS yang disediakan pemerintah maka harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya. Selain itu, berbagai kemudahan juga disiapkan pemerintah untuk menumbuhkan UMKM, termasuk kemitraan strategis dengan perusahaan besar, agar cepat masuk dalam rantai pasok global.

"Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk UMKM, serta meningkatkan pemerataan dan kemandirian ekonomi masyarakat," ujar Jokowi.

Baca juga: Ada Pandemi, Jokowi Jamin Agenda Menuju Indonesia Maju Tetap Utama

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.